Breaking News:

Berita Nganjuk

Bupati Nganjuk Temukan Pengunjung Berjubel di Swalayan Abaikan Prokes

Bupati Nganjuk bersama Forkopimda Kabupaten Nganjuk gelar inspeksi mendadak ke sejumlah pasar tradisional jelang Hari Raya Idul Fitri.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews.com/Ahmad Amru Muiz
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat sidak ke salah satu swalayan di Kota Nganjuk. 

SURYA.co.id | SURYA - Bupati Nganjuk bersama Forkopimda Kabupaten Nganjuk gelar inspeksi mendadak ke sejumlah pasar tradisional jelang Hari Raya Idul Fitri.

Hal itu dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi stok dan harga sembako di lapangan.

Bupati Nganjuk, H Novi Rahman Hidhayat mengatakan, dari hasil sidak yang dilakukanya secara langsung ke pasar tradisional di Kabupaten Nganjuk pihaknya tidak menemukan adanya persoalan terkait sembako. Dimana untuk stok barang kebutuhan sembako cukup melimpah dan harga dalam posisi stabil tidak ada gejolak.

"Alhamdulillah kondisi keterseidaan bahan pangan di pasar semuanya normal dan aman sekarang ini menjelang Idul Fitri. Kondisi ini harus bisa dipertahankan sehingga tidak ada persoalan terkait stok dan harga sembako," kata Novi Rahman Hidhayat ditengah Sidak di Pasar Sukomoro Nganjuk, Selasa (4/5/2021).

Disamping itu, dikatakan Novi Rahman Hidhayat, dalam sidak di pasar tradisional pihaknya juga mensosialisasikan dan mengimbau kepada semua pedagang dan pengunjung pasar untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan covid-19. Yakni setidaknya dengan tetap memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Memang, diakui Novi Rahman Hidhayat, dalam upaya penegakan disiplin prokes pencegahan covid-19 di pasar tradisional cukup membutuhkan kesabaran petugas. Ini dikarenakan masih banyak pedagang yang belum sadar betul akan pentingnya mematuhi Prokes.

"Tadi kami lihat masih ada pengunjung dan pedagang yang berkerumun di pasar tradisional dan itu langsung diminta untuk menjaga jarak," ucap Novi Rahman Hidhayat.

Imbauan disiplin Prokes, tambah Novi Rahman Hidhayat, juga disampaikan kepada pengelola salah satu swalayan di Kabupaten Nganjuk. Dimana saat dilakukan sidak pengunjung swalayan cukup banyak sehingga dinilai kurang mematuhi anjuran prokes pencegahan covid-19.

"Tadi manajemen swalayan langsung kami minta membatasi jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas. Semua pekerja dan pengunjung swalayan harus mematuhi prokes dengan memakai masker serta menjaga jarak. Bila besok kondisinya tetap berkerumun maka tim Satgas akan terpaksa bertindak melakukan penertiban di swalayan tersebut," tutur Novi Rahman Hidhayat.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved