Breaking News:

Berita Kediri

Buat Layanan Terpadu, RSUD Gambiran Kota Kediri Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Thalassemia

Kondisi ini diperberat keberadaan pengobatan pusat rujukan Thalassemia yang hanya ada di Surabaya dan Malang.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Deddy Humana
surya/didik mashudi
RSUD Gambiran Kota Kediri meluncurkan Pelayanan Terpadu dan Terintegrasi Thalassemia Kota Kediri (Putri Lestari) di Ruang Galuh, Selasa (4/5/2021). 

Dikatakan Fauzan, pihaknya bekerja sama dengan PMI Kota Kediri, sehingga RSUD Gambiran menjadi rumah sakit tipe B pertama yang mampu memberikan tranfusi Leucodepleted. "Sehingga pasien tak perlu lagi dirujuk ke fasilitas kesehatan di Surabaya atau Malang," jelasnya.

Kemudian ketiga adalah ketersediaan Deferasirox. Selain transfusi, penyandang Thalassemia juga rutin mendapat obat khelasi besi, salah satunya Deferasirox. Sayangnya tidak semua rumah sakit yang melayani Thalassemia dapat memberikan obat ini, salah satunya karena harga obat yang mahal.

Namun melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), RSUD Gambiran mampu memberi pelayanan tanpa harus membebankan biaya tambahan kepada pasien.

"Pasien tidak perlu mengantre di Poli atau melakukan prosedur yang terlalu panjang. Begitu daftar langsung masuk ke ruang rawat inap untuk mendapatkan tindakan. Dan yang lebih penting, pasien tak perlu jauh-jauh ke Surabaya dan Malang,” ungkap Fauzan.

Untuk merawat pasien secara khusus, RSUD Gambiran juga menyediakan ruangan Thalassemia di Ruang Galuh yang didesain berwarna dengan gambar kharakter kartun lucu, lengkap dengan fasilitas taman bermain.

Desain ini dibuat untuk membuat pasien Thalassemia yang mayoritas anak-anak merasa tenang dan nyaman.

RSUD Gambiran juga menyediakan Layanan Psikologi karena Thalassemia termasuk penyakit kronis yang butuh ketelatenan dan kesabaran dalam menjalani pengobatan. Hal ini penting untuk membangun semangat sembuh mengingat proses perawatan Thalassemia panjang dan seumur hidup.

Sementara dr Renyta Ika Damayanti, dokter spesialis anak menjelaskan, inovasi pelayanan Putri Lestari itu bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia (POPTI).

"Kita terus melakukan pendampingan agar mereka tidak merasa sendirian dan merasa mempunyai kualitas hidup seperti anak-anak pada umumnya," jelas Renyta.

Selain itu, RSUD Gambiran juga terus melakukan sosialisasi Thalasemia kepada masyarakat sebagai deteksi dini, serta menghindari bullying atau anggapan miring terhadap penderita Thalassemia. Karena support yang besar dari lingkungan sangat diperlukan bagi penyandang Thalasemia. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved