Breaking News:

Berita Magetan

Seperti Jamaah Haji, TKI asal Magetan Yang Mudik Sudah Masuk Kloter Keempat

Seperti jamaah haji, jumlah TKI Magetan itu pun terbagi dalam kloter-kloter dan kendatangan Senin (3/5/2021) sore itu adalah kloter keempat.

surya/doni prasetyo
Para pekerja migran(atau TKI asal Magetan dijemput mobil kiriman Pemkab Magetan dari gedung karantina di Surabaya, Senin (3/5/2021) sebelum diangkut ke daerah asalnya. 

SURYA.CO.ID, MAGETAN - Gelombang mudik ke tanah air bagi para tenaga kerja Indonesia (TKI) atau dikenal dengan pekerja migran menjelang Lebaran, terus terjadi. Jumlah TKI asal Kabupaten Magetan yang kembali dari luar negeri, juga termasuk sangat tinggi dan sampai Senin (3/5/2021), tercatat ada 755 pekerja yang kembali ke daerah asalnya.

Belasan dari 755 TKI itu dijemput kendaraan khusus Pemkab Magetan dari tempat karantina di Surabaya. Seperti jamaah haji, jumlah TKI Magetan itu pun terbagi dalam kloter-kloter dan kendatangan Senin (3/5/2021) sore itu adalah kloter keempat.

"Ini sudah kloter kempat TKI yang kami jemput dan pulangkan ke kampung halamannya. Di Magetan, mereka akan menjalani karantina di desa masing-masing," kata Ketua Satgas Penjemputan PMI Kabupaten Magetan, Venly Tomy Nicolas kepada SURYA di gedung Karantina Magetan, Senin (3/5).

Diungkapkan Venly, selama tahun 2015-2020 sesuai data di Pemkab Magetan, diperkirakan ada 3.302 TKI asal Magetan yang bekerja di luar negeri.

"Dari data itu yang diperkirakan habis masa kontraknya pada Januari - Juni 2021, sebanyak 755 orang. Dan sampai hari ini, sudah empat kloter kami jemput dan pulangkan," kata Asisten 1 Sekda Pemkab Magetan ini.

Penjemputan TKI ini, lanjut Venly, merupakan inisiatif Bupati Magetan, Suprawoto, sebagai penghargaan kepada para pahlawan devisa RI agar bisa pulang kampung dengan nyaman.

"Saat dijemput, para TKI asal Magetan ini sudah menjalani karantina di asrama haji Surabaya. Telah dua kali menjalani swab yang dilakukan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) saat kedatangan di bandara Juanda, dan keluar dari asrama haji. Mereka dinyatakan negatif, baru diizinkan pulang," jelas Venly.

Dikatakan Venly, karena Pemkab Magetan menerapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) berskala mikro, maka karantina para TKI itu akan dilakukan di desa masing-masing.

"Karantina di desa masing-masing ini selama 14 hari. Lalu pada hari kelima di desanya, mereka akan mendapatkan swab test lagi. Kalau dinyatakan negatif, mereka dikarantina kembali sampai batas waktu habis, baru boleh pulang," kata Venly.

Salah satu TKI asal Desa Kuwon, Kecamatan Karas, kabupaten Magetan, Misinem mengaku senang mendapat perhatian dari Pemkab Magetan. Perempuan yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Malaysia itu mengaku proses kepulangan dari Surabaya ke Magetan sangat nyaman karena dijemput dengan mobil minibus terbaru.

"Saya sebenarnya setiap tahun pulang, tetapi kali ini kontrak kerja sudah habis. Saya tidak menyangka bakal bisa mudik meski ada larangan mudik. Terima kasih, Pemkab Magetan," ujar Misinem. ****

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved