Breaking News:

Berita Surabaya

Respons Demo Karyawan terkait Gaji, Perum Damri: Penundaan, Bukan Pemotongan Gaji Karyawan

Sekretaris Perusahaan Perum DAMRI Sidik Pramono mengakui bahwa semenjak pandemi Covid-19 Maret 2020 bersamaan dengan pengurangan mobilitas. 

surya.co.id/nuraini faiq
Total akumulasi penundaan gaji salah satu pegawai hingga Rp 21 juta. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sekelompok karyawan Perum Damri Cabang Surabaya memiiih menggelar aksi atas penerimaan gaji mereka yang tidak penuh. Sekitar 300 karyawan di BUMN ini bahkan ada yang menerima separo gaji.

Mereka membentangkan spanduk dan poster menagih hak mereka. Apalagi tiga bulan terakhir gaji yang mereka sangat minim. Salamun, salah satu karyawan menyampaikan karyawan digaji Rp 750.000.

Kondisi itu dialami karyawan sejak Maret 2020. Salamun bahkan merinci Januari 2021 karyawan menerima gaji Rp 1 juta. Kemudian Februari Rp 750.000. Kemudian Maret Rp 1 juta dan April Rp 1,2 juta. 

"Kalau akumulasi kekurangan gaji saya sekitar Rp 21 juta. Saya berharap hak saya ini bisa dipenuhi perusahaan," kata Salamun. 

Menanggapi aksi unjuk rasa karyawan, Sekretaris Perusahaan Perum DAMRI Sidik Pramono mengakui bahwa semenjak pandemi Covid-19 Maret 2020 bersamaan dengan pengurangan mobilitas. 

Telah terjadi penurunan aktivitas transportasi massal sehingga menjadikan kondisi keuangan DAMRI tidak baik. "Tentu termasuk Kantor Cabang Surabaya," kata Sidik.

Kondisi tersebut memaksa Direksi untuk melakukan berbagai hal, termasuk memutuskan adanya penundaan gaji. 

Bukan pemotongan pembayaran tunjangan atau insentif karyawan, termasuk Direksi.

Disampaikan Sigit, Kondisi Perusahaan yang belum membaik hingga itu sudah dikomunikasikan ke Direksi. Juga dalam beberapa diskusi dengan Serikat Pekerja.

"Jika kondisi membaik, kewajiban Perusahaan kepada karyawan itu tentu akan dipenuhi. Begitu kondisi keuangan sudah baik, kewajiban ini akan dipenuhi," kata Sidik.

Perusahaan mengajak seluruh Insan DAMRI bisa bahu-membahu, berjuang bersama mengatasi kesulitan yang sedang dihadapi oleh Perusahaan. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved