Breaking News:

Berita Pasuruan

Mahfud MD Sebut Gus Ipul Mungkin Jadi Wapres, Santri di Pasuruan Langsung Tepuk Tangan

Tetapi Allah juga mengajarkan sesuatu yang tidak ada metodenya, tidak ada ilmunya, tetapi tiba-tiba saja terjadi begitu saja.

surya/galih lintartika
Menkopolhukam Mahfud MD, Walikota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul), KH Idris Hamid saat acara Khotmil Qur'an di Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Kota Pasuruan, Minggu (3/5/2021) malam. 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD sempat berkelakar saat memberi sambutan dalam acara Khotmil Qur'an di Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Kota Pasuruan, Minggu (3/5/2021) malam.

"Siapa mau belajar ilmunya Kiai Hamid, bisa menebak suatu saat Gus Ipul menjadi Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia," kata Mahfud MD, Minggu (3/5/2020) malam.

Pernyataan Mahfud MD langsung mendapatkan respon positif, tepuk tangan dari puluhan jamaah majelis yang hadir di pesantren tersebut. "Saya ingin menyampaikan, kebenaran yang ditunjukkan Allah itu tidak semata-mata dicapai melalui kepandaian otak," lanjutnya.

Menurut Mahfud MD, Allah mengajarkan hambanya untuk belajar suatu ilmu yang ada metode ilmiahnya, logika dan sebagainya. Tetapi Allah juga mengajarkan sesuatu yang tidak ada metodenya, tidak ada ilmunya, tetapi tiba-tiba saja terjadi begitu saja.

Dalam kesempatan ini, Mahfud MD juga sempat bercerita fakta tentang sahabatnya, Awi Shihab, mantan menteri luar negeri tahun 1999 2001.

"Ini cerita fakta, saya dengar dari beliau. Mudah-mudahan yang hadir majelis ini bisa mengambil hikmah belajar, dan pahala. Karena ini majelis mulia," urainya

Diceritakan, Awi Shihab adalah temannya dan juga teman dari KH Idris Hamid, serta teman dari Wali Kota Pasuruan Gus Ipul. Dan Awi aShihab dalah adik dari Quraish Shihab.

Sekitar tahun 1970-an, Awi Shihab sempat datang ke Kota Pasuruan untuk menemui salah satu waliullah KH Abdul Hamid Ahmad.

Saat itu Awi Shihab meminta surat rekomendasi yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri sebagai rekom untuk melanjutkan studi ke Mesir. "Ia perlu rekomendasi untuk sekolah ke Mesir. Beliau adalah anak yang pintar. Dan mendapat gelar doktor dari Mesir dan juga Amerika," jelasnya.

Kiai Hamid membuatkan surat itu. Setelahnya, Kiai Hamid menyampaikan ke Awi Shihab jika suatu saat nanti ia yang akan membuat surat rekomendasi itu.

"Awi Shihab yang baru lulus SMA benar-benar tidak tahu apa apa setelah disebut akan menjadi Menteri Luar Negeri dan menandatangani surat rekom bagi anak-anak Indonesia yang akan sekolah ke luar negeri," urainya.

Yang menarik, lanjut Mahfud MD, ternyata apa yang disampaikan Kiai Hamid saat itu ke Awi Shihab betul-betul terjadi. Di era tahun 1990-an, Awi Shihab benar-benar menjadi menteri luar negeri.

"Itulah sebabnya saya ingin mengatakan ada hal-hal yang tidak ada metodenya, tidak logis dipikir secara logika, tetapi itu terjadi," pungkasnya. ****

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved