Breaking News:

Berita Gresik

Kantor Polisi di Gresik Jadi Bengkel Dadakan Gara-gara Ini

Polsek Manyar, Gresik gencar melakukan razia balap liar maupun motor yang menggunakan knalpot brong atau knalpot bising.

Surabaya.Tribunnews.com/Willy Abraham
Ganti knalpot di Polsek Manyar, Senin (3/5/2021). Polsek Manyar, Gresik gencar melakukan razia balap liar maupun motor yang menggunakan knalpot brong atau knalpot bising. 

SURYA.co.id | GRESIK - Selama bulan Ramadhan belakangan ini, Polsek Manyar, Gresik gencar melakukan razia balap liar maupun motor yang menggunakan knalpot brong atau knalpot bising.

Alhasil, Polsek Manyar yang berada di Jalan Raya Pantura ini menjadi bengkel dadakan gara-gara knalpot.

Pasalnya suara keras knalpot ini tentu saja menghasilkan polusi suara tidak nyaman untuk didengar. Apalagi pengendaranya kerap menggeber motornya layaknya pebalap. Ajang balap liar di jalanan pun ramai diperbincangkan masyarakat, terutama keselamatan pengguna jalan terusik.

Informasi yang dihimpun, lokasi balap liar di Manyar berada di Jalan Raya Betoyo hingga Jalan Raya Sembayat sering kali dijadikan balapan liar. Petugas mengamankan lima motor portolan yang digunakan balap liar itu.

Bahkan menggunakan knalpot after market yang dikatakan mampu meningkatkan performa mesin. Kapolsek Manyar pun wanti-wanti tidak akan mengeluarkan motor protolan itu dari kantor Polisi sebelum dikembalikan ke bentuk standart.

Ancaman ini membuat pemilik kuda besi ciut nyali. Mereka datang ke Mapolsek Manyar membawa knalpot standar lengkap dengan perkakas dan komponen bawaan pabrik.

Alhasil, halaman Mapolsek ini pun berubah menjadi bengkel dadakan. Terlihat para pemilik motor mencopot knalpot bising dan menggantinya dengan knalpot standar sesuai pabrikan, Senin (3/5/2021).

Dua pemilik motor yang berani bertanggung jawab mengganti knalpot di halaman kantor Polisi ini, yakni Rian Nurdianto, 19, pemuda Desa Sukorejo, Bungah dan Adi Prayitno, 24, pemuda Desa Bedanten, Bungah.

Mereka memasang kembali komponen pabrikan motornya kembali seperti semula, knalpot hingga dua spion kiri dan kanan.

Setelah terpasang semua, mereka membuat pernyataan secara lisan dan tertulis mengetahui orang tua maupun kepala desa tidak akan mengulangi lagi perbuatannya terlibat balap liar di jalanan.

Sementara itu Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, melalui Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana, dikonfirmasi mengatakan semoga sepuluh hari terakhir Ramadhan ini tidak diwarnai balap liar lagi.

"Lebih baik kita meningkatkan ibadah dan amal baik di malam-malam ganjil Ramadhan ini daripada berbuat yang tiada guna, apalagi justru meresahkan masyarakat." tegas Bima Sakti.

Alumni Akpol 2013 itu juga mengimbau untuk warga jangan ragu melaporkan ke perangkat desa, Bhabinkamtibmas maupun Babinsa apabila ada hal yang meresahkan di sekitar lingkungannya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved