Breaking News:

Berita Bangkalan

Jembatan Suramadu Diblokir untuk Mudik, Hanya Empat Kegiatan Yang Diizinkan Melintas

Empat kategori non-mudik itu adalah urusan pekerjaan, kepentingan sosial seperti ada keluarga sakit, meninggal, atau ibu hamil tujuan rumah sakit

surya/ahmad faisol
Situasi Jembatan Suramadu dari Bangkalan menuju Surabaya masih terlihat lengang menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021, Senin (3/5/2021). 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, volume kendaraan yang melintasi Jembatan Suramadu menuju atau meninggalkan Pulau Madura, tidak akan sepadat seperti mudik lebaran tahun-tahun sebelumnya. Itu karena Suramadu bakal diblokir untuk perjalanan arus mudik, sebagai realisasi penyekatan guna mencegah penularan Covid-19.

Hal itu setelah pemerintah pusat melalui Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi menggelar Meeting Zoom terkait Penyamaan Persepsi terkait Penyiagaan Mudik di Daerah bersama Dinas Perhubungan, kepolisian, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencanan (BNPB) Senin (3/5/2021).\

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Prasarana Perhubungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UPT P3 LLAJ) Bangkalan Dinas Perhubungan Jatim, A Wahab mengungkapkan, hasil Zoom Meeting disepakati semua daerah tidak ada kegiatan mudik.

“Sesuai arahan Bapak Menteri (Perhubungan), tidak ada kegiatan mudik. Kendaraan masih boleh beroperasi saat larangan mudik, asalkan tidak dipergunakan untuk kegiatan mudik,” ungkap Wahab ketika dihubungi SURYA.

Disinggung arus lalulintas dari Surabaya-Bangkalan atau sebaliknya yang melintasi Jembatan Suramadu saat Idul Fitri, Wahab menjelaskan bahwa hasil Zoom Meeting tidak menyebutkan Surabaya-Bangkalan atau suatu daerah lainnya.

“Melintasi Jembatan Suramadu untuk kepentingan mudik tidak boleh, karena yang bisa beroperasi adalah kendaraan non mudik. Kalau ada orang mudik pasti ada penyekatan, teknis (penyekatan) ada di pihak TNI/Polri,” jelasnya.

Pada poinnya, lanjut A Wahab, semua daerah tidak boleh melakukan kegiatan mudik kecuali untuk perjalanan non-mudik yang diperbolehkan. Empat kategori non-mudik itu adalah urusan pekerjaan, kepentingan sosial seperti ada keluarga sakit, meninggal, atau ibu hamil tujuan rumah sakit.

“Itu pun bagi yang bekerja harus ada surat tugas dari pimpinan yang bersangkutan. Begitu juga dengan kegiatan sosial, harus mendapatkan keterangan dari kepala desa atau lurah,” papar Wahab.

Sebelumnya Bupati Bangkalan, RK Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) selaku Inspektur Upacara dalam gelar Apel Kesiapan Pengamanan Larangan Mudik Hari Raya Idul Fitri di Polres Bangkalan, Senin (26/4/2021) menyatakan, tagline ‘Dilarang Mudik dan di Rumah Saja’ merupakan upaya pemerintah mencegah ledakan kasus Covid-19.

Secara historis, lanjutnya, lonjakan positif terkonfirmasi pernah melanda Bangkalan akibat peningkatan mobilitas masyarakat saat libur panjang Idul Fitri 2020. Peningkatan kasus positif terkonfirmasi di Bangkalan saat itu menyentuh angka 69-93 persen.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved