Breaking News:

Berita Kediri

Guru-Guru di Kota Kediri Tetap Kreatif, Selama Pandemi Mampu Hasilkan Ratusan Judul Buku

Itu merupakan pameran yang juga menyajikan hasil Diklat Guru Menulis (Digulis) yang diselenggarakan oleh PGRI Kota Kediri.

surya/didik mashudi
Pameran buku-buku hasil karya guru anggota PGRI Kota Kediri yang digelar di Kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri, Senin (3/5/2021). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Menjadi guru atau pendidik tidak sekadar dituntut bisa mengajar, tetapi sebenarnya juga harus bisa berkarya sesuai bidang keilmuannya. Kompetensi itu dibuktikan para guru di Kota Kediri yang tetap unjuk kreativitas selama mewabahnya Covid-19, bahkan mampu menelurkan ratusan judul buku.

Sebanyak 405 judul buku hasil karya para guru di bawah naungan PGRI Kota Kediri itu, dipamerkan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2021 di Kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri, Senin (3/5/2021).

Itu merupakan pameran yang juga menyajikan hasil Diklat Guru Menulis (Digulis) yang diselenggarakan oleh PGRI Kota Kediri.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Drs Siswanto menjelaskan, meski terkungkung akibat pandemi Covid-19, para guru di bawah PGRI Kota Kediri ternyata masih eksis dan produktif sehingga bisa menampilkan karya tulis dalam pameran itu.

"Ada 405 judul buku yang semuanya adalah hasil karya para guru, mulai guru TK, SD, SMP, sampai SMA/SMK yang tergabung dalam PGRI," jelas Siswanto.

Sebelumnya PGRI mengadakan kegiatan Digulis yang diikuti para guru. Kemudian buku-buku dari karya tulis para guru ditampilkan dalam pameran itu. "Ini baru pertama kali pameran buku yang semuanya merupakan hasil karya para guru," jelasnya.

Sementara judul buku yang ditampilkan dalam pameran itu mayoritas yang sesuai dengan materi pembelajaran. Di antaranya pembelajaran kimia, biologi, geografi dan karya sastra. Namun ada sejumlah buku dengan materi umum yang ditulis para guru.

Sepertinya buku berjudul 'Jeritan Hatiku' yang merupakan kumpulan karya puisi dan buku Antologi Cerpen. Sementara sejumlah judul buku umum pengetahuan seperti berjudul 'Bugar di Masa Pandemi Bagi Remaja', 'Bahasa Kata' dan 'Kangen Sekolah'.

Dijelaskan Siswanto, setelah mendapatkan latihan menulis buku, para guru akan disiapkan untuk mendapatkan Diklat Penelitian tahun depan. Dan buku-buku hasil karya para guru itu merupakan buah dari kegiatan diklat yang telah dilakukan sebelumnya.

"Sesuai dengan profesinya, guru harus bisa menulis dan harus bisa melakukan penelitian. Ini merupakan bagian dari pengembangan profesi guru," ungkap Siswanto.

Riani, salah satu pengunjung pameran mengaku senang rekan-rekan seprofesinya mampu berkarya dengan banyak judul buku. Apalagi judul buku yang ditampilkan sangat beragam, mulai buku yang berkaitan materi pembelajaran sampai buku umum dan pengetahuan. ****

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved