Breaking News:

Berita Blitar

Food Touring Menyasar Nasi Tiwul, Mudik Lebaran ke Blitar Terasa Lebih Mantul!

Kecamatan Wates dekat dengan Pantai Jolosutro dan Jebring, yang kemungkinan menjadi jalur alternatif bagi para pemudik Lebaran nanti.

surya/imam taufiq
Novita melayani pembeli nasi tiwul di warungnya, di Desa Tulungrejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar. 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Selain sajian pemandangan indah di destinasi wisata, suguhan kuliner unik bisa menjadi daya tarik suatu daerah untuk mengobati kerinduan pemudik saat Lebaran Idul Fitri pekan depan. Para pemudik yang menuju Kabupaten Blitar, tentu bisa sekalian melakukan wisata kuliner (food touring) seperti menikmati nasi tiwul khas di warung Mbak Novi yang tersohor.

Warung nasi tiwul milik Novita Anggraini (21), di Desa Tulungrejo, Kecamatan Wates, memang masih menjadi menu yang lekat di benak para pengendara yang kerap melintas di Kecamatan Wates, wilayah paling Timur di Kabupaten Blitar.

Warung di Desa Tulungrejo, Kecamatan Wates itu berbatasan dengan Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Dan popularitasnya tidak kalah dengan nasi pecel Blitar yang sudah mendunia itu.

Perlu diketahui, Kecamatan Wates dekat dengan Pantai Jolosutro dan Jebring, yang kemungkinan menjadi jalur alternatif bagi para pemudik Lebaran nanti. Tentunya saat musim mudik saat ini, jumlah pengunjung cukup banyak meski siang hari.

Sepertinya para pemudik selalu mampir setelah perjalanan dari arah jalur-jalur tikus. Senin (3/4/2021), terlihat banyak mobil yang di parkir di depan warung yang berhadapan dengan balai desa setempat.

Tidak hanya pengunjung lokal atau pelanggan yang sering datang, namun juga banyak pengunjung dari daerah lain yang jauh. Itu dilihat dari plat nomor mobilnya, yang banyak dari luar kota.

Sepertinya mereka adalah para pemudik yang lewat jalur Selatan. Meski Kabupaten Malang tidak satu rayon dengan Kabupaten Blitar dalam sistem zonasi mudik tahun ini, namun terlihat banyak kendaraan berplat Malang yang mampir.

"Masakan ini sulit dicari di perkotaan dan kami sudah lama tak merasakannya. Itu masakan zaman penjajah. Dan Kabupaten Blitar dikenal ada nasi tiwul enak karena ada manis dan gurihnya," ujar Dahlan (26), warga Malang yang akan mudik ke Kecamatan Rejotangan Tulungagung.

Tiwul adalah makanan tradisional khas Jawa yang bisa dikonsumsi sebagai pengganti nasi. Bahannya bukan beras melainkan gaplek - singkong yang dikeringkan lalu dihaluskan hingga jadi tepung kemudian dikukus.

"Warung ini cukup dikenal. Meski jauh dari perkotaan namun tetap dicari orang karena mereka juga bisa sekalian berwisata ke pantai selatan," papar Novita.

Memang, awal puasa masih sepi pembeli. Baru saat musim mudik ini Novita mengaku warungnya ramai pembeli bahkan kebanyakan bukan orang sekitarnya. Saking ramainya, dalam seminggu ini kadang habis tiwul sampai 5 KG dan nasi empok (jagung) 4 KG.

"Masakan nasi tiwul di sini berbeda dengan lainnya karena tidak lembek meski kena kuah. Selain itu, rasanya beda juga yakni ada gurih dan manis sehingga kalau dimakan dengan sambal, rasanya lengkap," ujar berpromosi.

Menu masakan yang menjadi andalan di warung itu, menurut Novita, adalah lodeh ayam, ikan patin, dan kotokan. Itu selalu dimasak pedas dan juga menyediakan sambal pokak ikan teri. "Kalau sudah pernah makan di sini, orang pasti kangen dan ingin kembali. Sebab sulit mencari masakan nasi tiwul," ujarnya.

Harganya juga terjangkau karena satu porsi cuma Rp 13.000, sudah lengkap dengan menu pilihan pengunjung. Untuk nasi tiwul tidak dihitung khusus karena pengunjung bisa mengambil sendiri. "Kami malu kalau menyebutkan hasil (pendapatan). Yang penting, bisa buat lebaran," kelit Novita.

Untuk menuju ke warung Novita tidak sulit karena dekat dari berbagai jalan tembus yang mengarah ke desa itu. Misalnya dari arah Malang Selatan, semua pengendara pasti lewat depan warung itu. Terutama yang akan menuju ke Kota Blitar dan Tulungagung. Sebab dari warung itu, pemudik bisa lewat Kecamatan Binangun, lalu lurus ke Barat. ***

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved