Breaking News:

Berita Gresik

Digugat Karena Pecat Sepihak 33 Pekerja, PT ARS Gresik Diperintahkan Bayar Pesangon Rp 1,650 Miliar

Atas masa bakti tersebut, para pekerja bakal mendapat pesangon rata-rata Rp 35 juta sampai Rp 75 juta sesuai putusan di atas.

surya/mochamad sugiyono
Kuasa Hukum dari para pekerja PT Angkasa Raya Steel, Abdullah Syafi'i (berbaju putih) berbicara usai persidangan di PHI Negeri Gresik, Senin (3/5/2021). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Puluhan buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak oleh PT Angkasa Raya Steel (ARS) di Kawasan Industri Maspion Gresik, meraih pesangon Rp 1,650 Miliar, Senin (3/4/2021). Namun sita jaminan tidak dikabulkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri(PN) Gresik.

Kuasa hukum para pekerja, yaitu Abdullah Syafi'i mengatakan, putusan ini mengacu pada putusan majelis hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Negeri Gresik yang memutuskan status 188 pekerja, dari perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT).

Salah satu dasar putusan majelis hakim PHI Negeri Gresik, adalah bahwa ada 33 pekerja yang di-PHK sepihak oleh PT ARS akhir 2020. Ada yang sudah bekerja 4 tahun dan minimal 2 tahun masa kerja. Atas masa bakti tersebut, para pekerja bakal mendapat pesangon rata-rata Rp 35 juta sampai Rp 75 juta sesuai putusan di atas.

"Majelis hakim PHI telah memutus sesuai fakta-fakta persidangan. Sehingga PT ARS harus memberikan uang pesangon sebagai kompensasi PHK senilai total Rp 1,650 Miliar untuk 33 pekerja yang telah menjadi karyawan tetap," kata Syafi'i didampingi ketua Serikat Solidaritas Pekerja Independen, Anang sugiarto usaI persidangan.

Lebih lanjut, Syafi'i mengatakan, keberhasilan meraih keadilan itu terwujud dari putusan majelis hakim PHI Negeri Gresik, I Gusti Ngurah Taruna Wiradhika. Hakim menggunakan Undang-undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 dan Peraturan Presiden (PP) Nomor 35 Tahun 2021.

"Ini sebagai jawaban, bahwa Undang-undang Cipta Kerja juga memperhatikan kesejahteraan pekerja. Ini pelajaran bagi industri terutama PT ARS, kalau pekerja harus diikat dengan PKWTT. Dan kalau mau mengeluarkan juga harus memberikan hak-haknya. Jangan sampai para pekerja ini dikeluarkan seenaknya," imbuhnya.

Hanya, majelis hakum menolak tuntutan penggugat (pekerja) agar menjadikan sebidang tanah dan dua truk milik PT ARS sebagai jaminan. Itu kalau PT ARS tidak membayar pesangon untuk penggugat. "Kami tidak mempermasalahkan, tetapi majelis sudah merinci jumah pesangon yang harus diberikan kepada penggugat," terangnya.

Putusan kemenangan tersebut disambut gembira oleh ratusan pekerja yang mengawal persidangan di PHI Negeri Gresik, di Jalan Raya Permata, Kecamatan Kebomas.

"Saya sangat puas atas putusan majelis hakim PHI atas PHK sepihak oleh perusahaan. Di mana awalnya tidak menemukan titik temu. Hari ini kawan-kawan telah mendengarkan putusan majelis hakim. Ini sangat menggembirakan," kata Anang.

Terpisah, kuasa hukum PT ARS , Imam Sayfudin mengatakan akan berkoordinasi dengan perusahaan dan tim hukum. "Kami akan pikir-pikir dan berkoordinasi dengan tim hukum serta perusahaan. Akan kita sampaikan putusan ini dan bagaimana langkah selanjutnya, akan diputuskan nanti," kata Imam. ****

Penulis: Sugiyono
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved