Breaking News:

Gempa di Jatim

Dana Bantuan Rekonstruksi akibat Gempa Lumajang Diperkirakan Cair 5 Bulan Lagi

Pemerintah memastikan warga Lumajang yang rumahnya rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 6,1 akan mendapat bantuan rekontruksi.

SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Petugas bersama warga saat membersihkan puing-puing bangunan yang rusak akibat gempa di Lumajang. Bantuan rekonstruksi akibat gempa di Lumajang diperkirakan cair lima bulan lagi. 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Pemerintah memastikan warga Lumajang yang rumahnya rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 6,1 akan mendapat bantuan rekontruksi. Jumlahnya mulai dari Rp 10 juta – Rp 50 juta.

Diketahui sebelumnya BPBD Lumajang aktif melakukan pendataan bangunan-bangunan yang rusak. Terdata dari hasil cek verifikasi di lapangan ada sebanyak 3631 bangunan rusak akibat diguncang gempa.

Dari ribuan data itu, terinci 410 rumah dipastikan rusak berat. Para pemilik rumah nantinya akan mendapat bantuan Rp 50 juta. Sementara sisanya, bagi rumah rusak sedang akan menerima bantuan Rp 25 juta dan rusak ringan Rp 10 juta.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Indra Wibowo Laksana mengatakan, seluruh data tersebut oleh pihaknya sudah disetorkan ke Bupati Lumajang, Thoriul haq pada 22 April lalu. Setelah disetujui saat itu juga data tersebut disetorkan ke BNPB.

“Jadi sudah dikirim semua semoga itu sudah final,” kata Indra.

Meski data tersebut telah dikirim ke BNPB namun pihaknya belum bisa memastikan jadwal bantuan rekontruksi akan cair. Hanya saja, diperkirakan bantuan akan diterima masyarakat 6 bulan pasca terjadi gempa.

“Pengalaman teman-teman BPBD yang lain dari NTT, Sulawesi kira-kira 6 bulan,” ujarnya.

Tentu saja dengan bayangan waktu yang cukup panjang pihaknya berharap pencairan bisa berjalan lebih cepat. Terlebih saat ini ada ratusan orang masih bertahan di posko pengungsian karena kehilangan tempat tinggal.

“Mudah-mudahan gak sampai selama itu, bagaiamana caranya ya kita ngoyok, kemarin kami kerja lembur biar data bisa final terverifikasi by name dan by adress dan semoga tidak ada revisi lagi,” ungkapnya.

Sementara, diterangkan Indra, jika bantuan tersebut cair alur pertama dana akan terlebih dahulu diterima BPBD. Selanjutnya, bantuan tersebut akan dikirim langsung ke semua masyarakat yang terdampak.

“Nah khusus untuk rumah rusak berat pencairan bantuan kami berikan kepada pihak ketiga untuk membangun rumah standart ukuran 6x6 meter dengan spesifikasi 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi," jelasnya.

Lantaran pencairan dana bantuan masih menunggu waktu yang cukup lama, Indra menyebut, pemerintah setempat saat ini tengah menyiapkan hunian sementara, utamanya bagi warga yang rumahnya rusak parah.

Ukuruan hunian tersebut dibangun di atas lahan sekitar 3,6 meter x 3,6 meter. Sedangkan untuk kerangka hunian menggunakan bahan galvalum. Kemudian dinding dan pintunya terbuat dari triplek. Berikutnya atap hunian menggunakan asbes.

"Setidaknya hunian sementara ini cukup layak kalau untuk tempat tidur 4 sampai 6 orang sampai menunggu rumah mereka berdiri lagi. Nah selain rumah sementara, bagi warga yang rumahnya rusak berat BNPB juga akan memberikan dana tunggu hunian Rp 500 ribu selama 3 bulan," pungkasnya.

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved