Breaking News:

Berita Lamongan

Cuaca Ekstrim, Eksplorasi Bangkai Kapal Van Der Wijck di Kabupaten Lamongan Dihentikan Sementara

Cuaca ekstrim dan membahayakan tim penyelam menjadi alasan untuk menghentikan sementara eksplorasi.

Foto Istimewa BPCB Jatim
Tim BPCB Jatim saat memulai pencarian Kapal Van der Wijck di perairan Lamongan. 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim menghentikan sementara eksplorasi bangkai kapal Van Der Wijck yang tenggelam di kawasan perairan pantura Lamongan.

Cuaca ekstrim dan membahayakan tim penyelam menjadi alasan untuk menghentikan sementara eksplorasi.

Arkeolog BPCB Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, eksplorasi bangkai kapal yang tenggelam pada 1936 silam dihentikan untuk sementara.

Cuaca buruk di titik lokasi yang diduga sebagai tempat bangkai kapal tersebut, secara teknik tidak mungkin dilanjutkan eksplorasi untuk sekarang.

"Kita hentikan sementara karena cuaca buruk. Nanti kalau cuaca bersahabat, tim kembali turun," kata Wicaksono Dwi Nugroho saat dikonfirmasi, Senin (3/4/2021).

Meski begitu, Wicaksono tidak bisa memastikan kapan waktunya eksplorasi dilanjutkan.

Dikatakan oleh Wicaksono, kondisi arus bawah laut di sekitar titik yang diduga sebagai tempat kapal van der Wijck tenggelam sangat kencang sehingga lumpur di dasar laut teraduk dan keruh.

Eksplorasi bangkai kapal Van Der Wijck ini, kata Wicaksono, akan dilanjutkan lagi setelah kondisi cuaca di perairan Pantura Lamongan lebih jernih.

"Kondisi arus bawah deras sehingga lumpur yang ada di dasar laut teraduk dan membuat keruh menganggu pandangan," ujarnya.

Baca juga: Kisah Suhari, Guru Honorer Lamongan yang 16 Tahun Setia Mengajar Meski Bergaji Rp 200.000/Bulan

Sementara, Kabid Kebudayaan Disparbud Lamongan Miftah Alamuddin, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses eksplorasi dan ekspedisi Kapal Van Der Wijch ini ke BPCB Jatim dan tim.

Mifta juga mengakui, kondisi perairan pantura Lamongan saat ini memang sedang dilanda cuaca buruk.

"Kondisinya memang seperti itu (cuaca buruk), kami akan terus berkoordinasi dengan BPCB Jatim terkait eksplorasi selanjutnya," kata Miftah.

Untuk diketahui, eksplorasi untuk menemukan bangkai kapal yang mengilhami sebuah novel karya Buya Hamka dengan judul Tenggelamnya Kapal Van der Wijck ini telah berhasil menemukan titik yang diduga sebagai lokasi keberadaan bangkai kapal.

Titik tersebut berhasil ditemukan setelah tim BPCB berjam-jam melakukan pencarian dengan menggunakan sonar.

Tim eksplorasi bangkai Kapal van der Wijck ini sendiri melibatkan 13 orang dari Tim BPCB, nelayan setempat, tim scuba dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan serta Polairud.

Tim ini sebelumnya juga telah bertamu ke Bupati Lamongan untuk melaporkan pelaksanaan eksplorasi terhadap kapal yang mendapat julukan Titanic Indonesia ini.

BACA BERITA LAMONGAN LAINNYA

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved