Breaking News:

Berita Surabaya

Jumat-Minggu, 37.000 Lebih Warga Jatim Bepergian Naik KA; Hanya Pulkam, 'Bukan Mudik'

dari PT KAI Daop 8 Surabaya, sejak Jumat (30/4/2021) sampai Minggu (2/5/2021), tercatat ada 37.500 keberangkatan penumpang KA.

surya/fikri firmansyah
Warga saat menaiki KA Bima di Stasiun Gubeng. Menjelang larangan mudik tercatat ada sebanyak 37.000 orang yang melakukan perjalanan luar kota dengan naik KA dari seluruh Stasiun di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Mendekati berlakunya larangan mudik secara resmi pada Kamis (6/5/2021), warga Jatim ternyata memanfaatkan betul untuk bepergian keluar kota meski masih di masa pandemi Covid-19.

Berdasarkan data yang dihimpun SURYA dari PT KAI Daop 8 Surabaya, sejak Jumat (30/4/2021) sampai Minggu (2/5/2021), tercatat ada sebanyak 37.500 keberangkatan penumpang KA.

Jumlah keberangkatan penumpang itu diketahui dari data penjualan tiket. "Dari Jumat (30/4/21) hingga Minggu (2/5/21) berdasarkan penjualan tiket, kami telah melayani keberangkatan 37.500 penumpang," ujar Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, Minggu (2/5/2).

Luqman menambahkan, data penumpang itu termasuk keberangkatan KA lokal dan Jarak Jauh. Pada Jumat (30/4/21) ada sebanyak 13.000 tiket KA untuk keberangkatan. Sedangkan Sabtu (1/5/21) ada 11.500 tiket terjual. Sementara Minggu ini (2/5/21), ada 13.000 tiket KA terjual.

Luqman juga mengatakan, sejatinya jumlah penumpang itu masih normal. Pekan-pekan sebelumnya, seperti hari Jumat, Sabtu dan Minggu juga mencapai jumlah yang sama.

"Jadi jumlah penumpang Jumat (30/4/21) hingga Minggu ini (2/5/21) yang mencapai ribuan di wilayah kami bukan karena mendekati tanggal larangan mudik. Karena rata-rata sebelumnya angkanya juga kisaran itu," jelasnya.

"Bahkan kami juga tidak menambah pengoperasian KA. Ini karena memang jumlah penumpang masih normal hingga saat ini," sambungnya.

Sementara satu dari ribuan penumpang KA yang akan berpergian ke luar kota dari Stasiun Gubeng untuk menuju ke Madiun dengan naik KA Bima, Syarifa (23) mengatakan ia melakukan perjalanan ke Madiun bukan untuk mudik akan tetapi pulang kampung (pulkam).

"Saya di sini bekerja, dan tinggalnya bersama kakek nenek di Sukodono. Saya ke Madiun untuk pulang ke rumah orang tua. Jadi bukan Mudik," kata Syarifa ketika ditemui SURYA di Stasiun Gubeng Surabaya, Minggu (2/5/21). ***

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved