Breaking News:

Berita Kediri

Tips Sehat CERDIK untuk Cegah Penyakit Hipertensi dan Diabetes Melitus

Masyarakat harus menerapkan gaya hidup sehat agar bisa terhindar dari penyakit hipertensi (HT) dan diabetes melitus

Foto Istimewa Dr Gretta Hapsari
Dr Gretta Hapsari, Kepala Puskesmas Sukorame Kota Kediri. 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Masyarakat harus menerapkan gaya hidup sehat agar bisa terhindar dari penyakit hipertensi (HT) dan diabetes melitus (DM).

“Pasien HT dan DM harus kontrol setiap bulan dan mengonsumsi obat rutin setiap hari agar kondisinya stabil. Bila tidak diupayakan stabil, maka kondisinya bisa menuju komplikasi," ungkap dr Gretta Hapsari, Kepala Puskesmas Sukorame Kota Kediri.

Dijelaskan, meski biaya sudah tidak menjadi masalah sejak ada JKN-KIS, tapi effort tenaga dan waktu dari penderita maupun keluarganya tetap tidak dapat dihindari.

HT dan DM digolongkan sebagai penyakit yang kronis karena gangguannya terjadi dalam waktu yang lama.

Meskipun gangguan awalnya dirasa ringan, kedua penyakit ini memiliki dampak yang serius bagi penderitanya.

Disampaikan dr Gretta, HT dan DM merupakan penyakit kronis yang paling sering ditemui di Fasilitas Kesehatan (Faskes).

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi kedua penyakit ini semakin meningkat setiap tahun.

Selain itu, tren usia penderitanya terus bergeser menjadi semakin muda.
Untuk mengurangi laju peningkatan kasus baru DM dan HT agar masyarakat menerapkan program CERDIK.

“Bagi yang masih sehat dan belum menderita penyakit kronis mari kita terapkan Program CERDIK, yaitu Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stress,” tandasnya.

Baca juga: Arus Deras Bawah Laut Hambat Tim Arkeolog BPCB Cari Bangkai Kapal Van Der Wijck di Lamongan

Dokter Gretta mengajak masyarakat yang terlanjur menderita HT dan DM untuk tidak berkecil hati dan bangkit menjaga kestabilan kondisinya.

Meskipun tidak dapat sembuh secara serta-merta, pasien HT dan DM tetap dapat diupayakan kestabilannya.

Upaya-upaya pencegahan tersebut mencakup pemberian layanan obat, konsultasi rutin, hingga anjuran diet dan nutrisi seimbang.

Kedisiplinan obat harus digaris bawahi, terutama bagi pasien HT.

Kadang penderita HT berhenti minum obat karena sudah merasa enakan, padahal perlahan-lahan tensinya naik lagi tanpa disadari.

"Itulah sebabnya mengapa HT ini dikenal sebagai silent killer. Kuncinya pengelolaan penyakit HT dan DM ini berada di gaya hidup sehat, baik pencegahan maupun penanggulangan,” ungkap Gretta.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved