Breaking News:

Lebaran 2021

Perantau Asal Jawa Timur Diimbau Tak Mudik Saat Lebaran 2021

Pemerintah sepakat untuk meniadakan mudik lebaran tahun 2021 karena kondisi masih pandemi covid-19.

surya.co.id/sugiharto
Persiapan check point larangan mudik Lebaran di Bundara Waru yang berbatasan dengan Kota Surabaya, Kamis (29/4/2021). 

SURYA.CO.ID - Seluruh perantau asal Jatim di berbagai daerah di Indonesia diimbau untuk menahan keinginannya mudik lebaran tahun ini.

Ini setelah pemerintah sepakat untuk meniadakan mudik lebaran tahun 2021 karena kondisi masih pandemi covid-19.

Aturan peniadaan mudik bahkan sudah secara tegas disampaikan oleh pemerintah pusat.

Sehingga aturan yang sama juga diterapkan di Jatim agar tidak ada perantau yang mudik tahun ini.

“Biasanya kalau mudik yang ditemui adalah para orang tua, atau keluarga yang dituakan dalam keluarga. Padahal para orang pini sepuh punya kerentanan atau risiko yang lebih buruk jika sampai terpapar covid-19,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (1/5/2021).

Resikonya para orang tua, meninggal dunia jika terpapar covid-19 itu mencapai 48 persen.

Sehingga Khofifah mengimbau masyarakat untuk menahan dan sabar untuk tidak mudik.

“Untuk itu, jika anda semua sayang dengan keluarga sepuh kita di kampung, cara menunjukkannya di masa pandemi adalah dengan tidak mudik,” tegas Khofifah.

Baca juga: Jelang Larangan Mudik Lebaran 2021, Polresta Malang Kota Perketat Pemantauan Exit Tol Madyopuro

Hal yang sama tersebut ia sampaikan juga pada silaturahmi dengan warga masyarakat Jatim yang merantau dan tinggal di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Pasalnya pemerintah juga sudah memberlakukan aturan juga tentang pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April – 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei – 24 Mei 2021).

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved