Breaking News:

Berita Gresik

Komitmen Pengusaha Bantu Pemerintahan Gresik Baru, Siap Gelontorkan Dana CSR

Perkumpulan Pengusaha Gresik barat (PPGB) berkomitmen membantu pemerintahan Gresik baru, di bawah kepemimpinan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani

Penulis: Willy Abraham
Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Willy Abraham
Ketua PPGB, Amat Prayitno saat menemui awak media, Jumat (30/4/2021) malam. 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Perkumpulan Pengusaha Gresik barat (PPGB) berkomitmen membantu pemerintahan Gresik baru, di bawah kepemimpinan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

Komitmen itu berupa, penggunaan corporate system responsbility (CSR), memanfaatkan UMKM dan merekrut tenaga kerja di area Gresik barat yang meliputi Benjeng, Cerme, Balongpanggang.

Ketua PPGB, Amat Prayitno mengaku siap menggelontorkan dana corporate social responsibility (CSR) untuk membantu pembangunan di Kabupaten Gresik.

Dari 40 pengusaha di Kabupaten Gresik tergabung PPGB, sangat siap membantu pemerintah. Terutama dalam menciptakan lapangan pekerjaan untuk mengurangi pengangguran melalui sejumlah bidang usaha.

"Kami siap membantu pembangunan Kabupaten Gresik di bawah pemerintahan Gresik Baru. Kami siap mengeluarkan CSR untuk membantu pembangunan Gresik. Untuk tenaga kerja dari Gresik yang dibutuhkan siap kami tampung. Namun, untuk pekerja yang skill yang tak bisa diambilkan dari Gresik baru diambilkan dari luar Gresik," terang Amat.

Para pengusaha yang tergabung dalam PPGB, menaruh perhatian besar kepada Bupati Gresik, Gus Yani agar bisa membantu mewujudkan harapan pengusaha untuk kemudahan.

Mulai soal rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang diploting pemerintah untuk usaha tertata dengan baik. Sehingga, tempat-tempat yang ditetapkan sebagai tempat usaha bisa tertata dengan apik dan sesuai kondisi riil.

Kemudian keberadaan pemasangan portal jalan kembali dievaluasi. Sebab, sangat merepotkan aktivitas pengusaha untuk mendatangkan atau mengirimkan hasil produk perusahaan.

Terlebih, produk-produk ekspor yang membutuhkan waktu cepat.

"Kami sebagai pengusaha siap mengikuti aturan pemerintah dalam menjaga kualitas jalan agar tak rusak. Untuk itu, kami meminta agar keberadaan portal di sejumlah jalan seperti di Kecamatan Cerme, Benjeng dan Balongpanggang dan titik lain ditinjau ulang karena menggangu aktivitas usaha baik yang ekspor maupun lokal," pintanya.

"Kami siap mengeluarkan CSR kami untuk perbaikan jalan jika anggaran pemerintah tak cukup," sambung pengusaha yang bergerak di perkayuan ini.

Ia juga mengungkapkan, bahwa pengusaha sangat mengharapkan ketersediaan air PDAM untuk kelangsungan usaha. Sebab, sejauh ini pengusaha masih kesulitan mendapatkan air bersih.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved