Breaking News:

Berita Madiun

Tingkatkan Layanan dan Pengawasan, Petugas Kantor Imigrasi Madiun Jemput Bola Layani WNA

Untuk meningkatkan pelayanan dan pengawasan terhadap orang asing yang tinggal di Indonesia, Kantor Imigrasi Madiun kini memiliki layanan jemput bola

SURYA.CO.ID/Rahadian Bagus
Petugas Imigrasi Madiun melakukan foto biometrik terhadap santri asal luar negeri di Ponpes Al-Fatah Temboro, Jumat (30/4/2021). 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Untuk meningkatkan pelayanan dan pengawasan terhadap orang asing yang tinggal di Indonesia, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun kini memiliki layanan jemput bola.

Petugas Imigrasi Madiun kini mendatangi orang asing yang mengajukan permohonan izin tinggal.

Kepala Kantor Imigrasi Madiun, Adithia Perdana ketika dikonfirmasi pada Jumat (30/4/2021) mengatakan, sebelumnya pemohon izin tinggal harus datang bolak-balik ke kantor sebanyak tiga kali untuk mengurus permohonan izin tinggal.

"Sekarang kami memiliki aplikasi PECEL PINCUK JOSS, jadi permohonan izin tinggal bisa dilakukan secara online, nanti foto wawancara dan sidik jarinya dilakukan petugas. Petugas nanti yang akan jemput bola, jadi dia nggak perlu datang ke kantor untuk sidik jari. Setelah selesai, dokumennya juga diantar petugas," kata Adithia.

Ia menuturkan, selain memudahkan pemohon, dengan datang ke lokasi, petugas keimigrasian juga sekaligus dapat melakukan pengawasan.

"Jadi orang asing tidak perlu datang ke kantor. Terus bagaimana pengawasannya? Justru dengan petugas datang, bisa sekaligus untuk memastikan bener nggak dia tinggal sesuai dengan izin tinggal yang dikeluarkan. Bener nggak aktifitasnya sesuai dengan izin yang dikeluarkan," jelasnya.

Inovasi berupa aplikasi bernama "PECEL PINCUK JOSS" ini merupakan akronim dari Pelayanan Cepat Online Pemohon Izin Tinggal Cuma Duduk Jemput Ora Suwi-suwi.

Inovasi ini sengaja dibuat, mengingat banyaknya warga negara asing (WNA) di wilayah kerja Kantor Imigrasi Madiun.

Di wilayah kerja Kantor Imigrasi Madiun terdapat beberapa instansi strategis, di antaranya Lanud Iswahyudi yang terletak di Maospati Kabupaten Magetan, Industri Kereta Api (PT INKA) dan industri pengolahan gula Rejo Agung. Di bidang pendidikan terdapat Ponpes Modern Gontor dan juga Ponpes Al-Fatah Temboro yang memiliki ratusan santri dari luar negeri.

"Hari ini tadi ada tiga petugas Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun, yang melakukan pengambilan foto biometrik pada santri Ponpes Al-Fatah Temboro berjumlah 10 orang yang berasal dari Thailand, Malaysia dan Vietnam," ungkap Adithia.

Seorang santri di Ponpes Al-Fatah asal Malaysia bernama, Muhamad Nazhan mengaku senang dengan adanya aplikasi PECEL PINCUK JOSS.

Sebab, kini ia tak perlo bolak-balik datang ke Kantor Imigrasi Madiun untuk mengurus dokumen izin tinggal.

"Alhamdulillah, selama belajar di pondok, kami warga foreign tidak perlu meninggalkan kegiataan di pondok untuk memperpanjang visa kami," kata santri yang sudah empat tahun belajar di Ponpes Al-Fatah Temboro ini.

Apalagi, lanjut Nazhan, saat ini sedang pandemi Covid-19. Menurutnya dengan adanya layanan aplikasi ini, dapat mengurangi resiko penularan atau kontak dengan orang lain.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved