Breaking News:

Berita Madiun

Ratusan Personel Mengaduk Waduk Widas, Jasad Pemancing di Madiun Tak Ditemukan

upaya pencarian korban yang melibatkan ratusan personel gabungan, Jumat (30/4/2021) tetap tak membuahkan hasil.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Deddy Humana
surya/rahardian bagus p
Petugas gabungan Madiun menggunakan perahu karet untuk mencari pemancing yang tenggelam, Jumat (30/4/2021). 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Pencarian jasad Yogi Novan Efendi (23), warga Desa Rejoso RT6/RW3, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun yang tenggelam di Waduk Widas, Kamis (29/4/2021) ternyata tidak mudah.

Meski waduk tersebut tidak terlalu luas, upaya pencarian korban yang melibatkan ratusan personel gabungan, Jumat (30/4/2021) tetap tak membuahkan hasil.

Sebanyak 164 personel gabungan dikerahkan bersama perahu karet. Mereka terdiri dari unsur Basarnas Trenggalek, Banser Nganjuk, Bagana dan SAR yang sudah mengaduk perairan itu sejak Kamis (29/4/2021) sore.

Pencarian dilakukan dengan menurukan tim selam dari Basarnas sebanyak dua personel. Kemudian, dilanjutkan dengan membuat putaran arus menggunakan perahu karet yang bertujuan agar apabila korban tenggelam dapat terangkat.

"Kami mengalami beberapa kendala, di antaranya tidak diketahui lokasi persisnya korban hilang pertama kali sehingga membuat Tim SAR Gabungan kesulitan menemukan korban. Ditambah hambatan dari tanaman berduri yang berbeda di dalam air," kata Kepala BPBD Madiun, Zahrowi.

Untuk mengantisipasi beberapa kendala tersebut, tim gabungan membagi zona pencarian menjadi beberapa bagian, untuk memudahkan pencarian. "Untuk hambatan di dalam air dilakukan pembuatan putaran air. Sore tadi metode ditambah dengan sistem pengait jangkar, yang mana korban akan ditarik dari kapal menggunakan kait panjang," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Yogi hilang tenggelam di Waduk Widas, Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Kamis (29/4/2021) sekitar pukul15.00 WIB, saat memancing.

"Informasi dari rekan korban, lokasi tenggelam di sisi timur bagian utara Waduk Widas. Saat ini, kami masih melakukan upaya pencarian korban," kata Zahrowi.

Ia menuturkan, berdasarkan keterangan teman korban bernama Jamari (48), pada sore itu korban menjemputnya dan mengajaknya memancing di Waduk Widas. Saat itu, ia dan korban bersama-sama berangkat menuju waduk Widas untuk memancing.

Keduanya, masuk tidak melalui pintu utama Waduk Widas melainkan melalui jalan setapak hutan yang menuju Waduk Widas. Setibanya di di Waduk Widas korban memancing dengan cara menceburkan dirinya ke dalam waduk hingga kedalaman air setinggi dada.

Jumari pun pada saat itu menceburkan diri ke dalam air tak jauh dari lokasi korban memancing, sekitar 100 meter di antara keduanya. Tidak lama kemudian, Jumari mendengar suara orang minta tolong.

Setelah itu, saksi mencari sumber suara tersebut namun tidak ditemukan. Jumari kemudian meminta tolong kepada sesama pemancing namun korban tidak ditemukan. "Dari hasil keterangan para saksi, korban diduga terpeleset dan tidak bisa berenang," imbuhnya. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved