Breaking News:

Berita Surabaya

Perdagangan Antar Pulau Surplus, Misi Dagang Jatim Di Kepri Tembus Transaksi Rp 306,5 Miliar

Sedangkan komoditas perdagangan dari Kepri yang dipasarkan ke Jatim di antaranya konveksi, crude palm oil, dan barang-barang elektronik.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Deddy Humana
surya/fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau stand pelaku usaha yang hadir dalam Misi Dagang dan Investasi yang digelar Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Kepulauan Riau di Kota Batam, Jumat (30/4/2021). 

SURYA.CO.ID, KOTA BATAM - Misi Dagang dan Investasi yang digelar Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Kota Batam, Jumat (30/4/2021), mencatatkan transaksi yang cukup fantastis. Transaksi yang tercatatkan dari 142 pelaku usaha dalam Misi Dagang tersebut mencapai Rp 306,5 miliar.

Komoditas perdagangan dari Jatim yang banyak dipasarkan ke Kepri adalah beras, jagung, kopi, cengkeh, bawang merah, jahe gajah, dan juga sejumlah barang-barang mesin proyek.

Sedangkan komoditas perdagangan dari Kepri yang dipasarkan ke Jatim di antaranya konveksi, crude palm oil, dan barang-barang elektronik.

"Alhamdulillah, kegiatan Misi Dagang Jatim di Kepri ini menghasilkan transaksi yang cukup besar yaitu Rp 306.528.500.000. Ini menjadi penyemangat kita untuk terus menggali potensi dan kebutuhan daerah dengan penguatan perdagangan antar daerah," kata Gubernur Khofifah yang memimpin langsung Misi Dagang dan Investasi Jatim di Kepulauan Riau.

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa Kepulauan Riau ini menjadi perlintasan perdagangan yang strategis dengan 10 pelabuhan bongkar muat yang sangat potensial.

Ia berharap produk Jawa Timur yang dikirim ke Batam juga bisa diekspor ke negara lain, terutama Singapura dan Malaysia.

Lebih lanjut wanita yang juga Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini menegaskan bahwa jalinan perdagangan antara Jatim dengan Kepri sudah terjalin cukup masif. Bahkan nilainya selalu meningkat dari tahun ke tahun.

"Berdasarkan data BPS tahun 2020, nilai bongkar muat Jatim-Kepri nilainya mencapai Rp 216,24 miliar. Terdiri dari bongkar (Kepri ke Jatim) sebesar Rp 21,47 miliar, dan muat (Jatim ke Kepri) sebesar Rp 194,77 miliar. Banyak sekali produk Jatim yang kita perdagangkan ke Kepri," tandas Khofifah.

Tidak hanya itu, di masa pandemi tahun 2020, di mana neraca ekspor Jatim menunjukkan minus Rp 8,1 trilliun, namun perdagangan antar pulau justru menunjukkan angka surplus. Surplus dari perdagangan antar daerah Jatim mencapai Rp 91 trilliun.

Untuk itu, Khofifah mengaku tengah gencar untuk mengupayakan agar produk-produk Jatim, termasuk bahan pangan, bisa memasok kebutuhan-kebutuhan di provinsi lain.

Sebab kondisinya Jatim melimpah hasil berasnya, juga daging ayam dan telur. Begitu juga dengan hasil perkebunan dan rempahnya.

"Kemarin kita baru saja mengirimkan 15,5 ton daging ayam karkas ke Maluku Utara, sebelumnya lagi juga mengirimkan beras ke DKI Jakarta. Upaya-upaya ini terus kita kuatkan dengan tujuan bisa memberikan penyejahteraan bagi warga Jatim," pungkas Khofifah.

Dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur dan Kepulauan Riau ini juga dihadiri oleh Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad. Dalam kesempatan ini juga ditandatangani Nota kesepahaman atau MoU antara Gubernur Jatim dan Gubernur Kepri terkait perdagangan dan investasi.

Juga dilaksanakan penandatangan PKS Dinas Koperasi dan UKM Jatim dengan Dinas Koperasi dan UKM Kepulauan Riau. Serta penandatangan kerjasama antara DPMPTSP Jatim dan DPMPTSP Kepri. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved