Breaking News:

Berita Trenggalek

Pemkab Trenggalek Mulai Dampingi 35 Desa Wisata untuk Berkembang

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek mulai menggenjot terwujudnya 100 desa wisata.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews.com/Aflahul Abidin
Salah satu desa wisata yang ada di Kabupaten Trenggalek. Pemkab Trengalek Mulai Dampingi 35 Desa Wisata untuk Berkembang 

Penulis: Aflahul Abidin| Editor: Fatkhul Alami

SURYa.co.id | TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek mulai menggenjot terwujudnya 100 desa wisata.

Untuk saat ini, Pemkab Trenggalek telah memulai pendampingan terhadap 35 desa yang dianggap potensial untuk memulai program itu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek Sunyoto mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan kepala desa dan seorang pendamping pariwisata dari 35 desa itu.

“Desa wisata perlu mendapat pendampingan agar lebih terbentuk dan berkembang terarah sesuai dengan potensi masing-masing,” kata Sunyoto, Jumat (30/4/2021).

Sebelum memulai pendampingan, pihaknya terlebih dulu mengidentifikasi atraksi wisata yang ada di 35 desa yang dipilih.

Dinas juga mengaku telah menelaah soal aksebilitas dan amenitas desa wisata sebagai bahan pembentukan database. Database ini nantinya untuk menentukan strategi dan kebijakan pengembangan desa wisata di Trenggalek.

“Selain itu, telah dibentuk juga tim pendampingan percepatan pengembangan desa wisata yang bertugas mendampingi desa-desa yang dikembangkan menjadi desa wisata,” sambungnya.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, desa wisata bisa menjadi tombak pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Dengan catatan, desa wisata dibentuk dan dijalankan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Ini agar desa wisata tak menjadi tempat penularan Covid-19.

“Untuk itu, penjualan produk wisata dari desa wisata harus berbasis paket dan diharapkan semua desa wisata nantinya listing di platform-platform perjalanan yang sudah ada,” kata pria yang akrab disapa Mas Ipin itu.

Bupati juga telah meminta para kepala desa dan penggiat kepariwisataan di masing-masing desa untuk berkomitmen agar proses pembentukan desa wisata berjalan maksimal.

“Desa wisata ini adalah tantangan yang harus dilewati dalam menjawab persoalan pembangunan berkelanjutan. Pilar utamanya adalah ekonomi, lingkungan, sumber daya manusia, dan kerja sama,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved