Breaking News:

Berita Surabaya

Pedagang Uang Baru Dadakan Sudah Mulai Bermunculan di Kota Surabaya, Di Sini Lokasinya

Tradisi budaya 'nyangoni' sanak saudara di kala lebaran sudah lumrah bagi masyarakat Indonesia, itu menjadi sebab utama maraknya bisnis penukaran uang

SURYA.CO.ID/Fikri Firmansyah
Salah seorang pedagang uang baru dadakan di Jalan Mayjen Sungkono, Kota Surabaya, Jumat (30/4/2021). 

Soal adanya larangan mudik tahun ini dari pemerintah, Yuli tetap optimistis bisa meraih untung melimpah dari profesi dadakan ini.

"Ada larangan mudik atau tidak, kalo saya yang sejak jualan seminggu lalu kondisinya sama saja. Per hari total dari seluruh pecahan uang baru saya untung 5 persen. Untung ini hasil dari beragam macam pecahan. Jadi memang fluktuatif, kadang satu bendel 20 ribuan senilai 1 juta saya bisa dapat profit 8 persen. Tapi kadang juga 5 persen saja, jadi tergantung tawar menawarnya siapa yang menang, kita atau si konsumen," jelasnya.

Pada Ramadan 2021 ini, Yuli agak lebih nekat mengambil modal dari bisnis lembaran uang baru ini.

"Tahun lalu saya hanya modal 30 juta, tahun ini saya modal 80 juta. Saya yakin karena ada vaksin, lebaran tahun ini pasti lebih banyak pelanggan. Lagi pula memberi sangu kepada sanak saudara kan sudah tradisi mas. Jadi pasti adalah orang yang tetap nukar uang baru di sini," ungkap Yuli.

Hal yang senada juga dikatakan oleh Ahmad Rosi (27).

Berbeda dengan Yuli, pria yang akrab disapa Rosi itu bermodal hanya 32 juta.

Soal larangan mudik, Rosi mengatakan, kondisi jualannya tak terpengaruh.

"Bahkan pagi tadi ada orang yang tukar 1,2 juta dengan rincian pecahan 75 ribu senilai 200 ribu dan pecahan 50 ribu senilai 1 juta. Konsumen ini mampir ke sini pakai mobil malah," terang Rosi di Jalan Mayjen Sungkono.

Jika para pedagang uang baru dadakan di Mayjen Sungkono Surabaya, seperti Yuli dan Rosi menargetkan untung tidak sampai 10 persen, kondisi berbeda dilakukan oleh para pedagang uang baru dadakan di Jalan Pahlawan Surabaya.

Adalah Ardiansyah, pedagang uang baru dadakan asal Madura di Jalan Pahlawan Surabaya.

"Kalo patokan untung, entah dari total modal, dagang harian ataupun per bendel, saya selalu menargetkan 10 persen. Misal jika ada konsumen yang tukar pecahan 5 ribu senilai 100 ribu, maka harga yang saya tawarkan 110 ribu," ungkap Ardiansyah.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved