Breaking News:

Berita Surabaya

Catat Jalur Tikus dan Penyekatan 20 Titik Perbatasan Antar Kabupaten/Kota di Jatim Diperketat

Jalur tikus yang ada di Jawa Timur (Jatim) mendapat perhatian khusus selain melakukan penyekatan di 20 titik perbatasan antar kabupaten/kota di Jatim.

SURYA.co.id/Sugiharto
Sejumlah anggota Satlantas Polrestabes Surabaya bersama anggota TNI, Dishub dan Satpol PP melakukan penyekatan di perbatasan Kota Surabaya, Kamis (29/4/2021). Kegiatan penyekatan akan dilakukan saat diberlakukan larangan mudik Hari Raya Idul Fitri, 6-17 Mei 2021. Terdapat penyekatan 20 titik perbatasan antar kabupaten/kota di Jatim. 

14. Perbatasan Bojonegoro-Tuban

15. Perbatasan Ngawi-Madiun

16. Perbatasan Madiun-Magetan

17. Madura sisi utara

18. Madura sisi selatan

19. Pintu masuk Tol Ngawi

20. Pintu masuk Tol Probolinggo.

Sementara 7 titik yang disekat di perbatasan Jatim adalah :

1. Perbatasan gerbang Tol Ngawi - Solo

2. Perbatasan Ngawi Mantingan - Sragen

3. Perbatasan Tuban - Rembang

4. Perbatasan Bojonegoro - Cepu

5. Perbatasan Magetan - Karanganyar

6. Perbatasan Pacitan Donorejo - Wonogiri

7. Pelabuhan Ketapang Banyuwangi - Gilimanuk Bali

Jalur Pantura diperketat

Pengetatan pelarangan mudik tampaknya bukan isapan jempol belaka, untuk pengendalian Covid-19 selama bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H.

Akses masuk Jatim dari Jateng melalui jalur pantura dilakukan penyekatan. Seperti halnya di Kabupaten Tuban.

Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan, ada dua titik penyekatan saat masuk Tuban dari arah Jateng.

Pertama di Kecamatan Bancar dan Kecamatan Jatirogo.

Di titik penyekatan itu, petugas gabungan nantinya akan mengintensifkan penyekatan dengan memeriksa kendaraan yang masuk.

"Ada dua titik penyekatan saat masuk Tuban dari arah jateng, kita jaga ketat," ujar Ruruh kepada wartawan, Selasa (27/4/2021).

Perwira menengah itu menjelaskan, di luar pos penyekatan, ada dua pos pelayanan yang disediakan di wilayah yang dipimpinnya.

Pertama pos pelayanan di Rest area dan Pos Boom utara alun-alun.

Sementara untuk jalur tikus, Kapolres akan memerintah Polsek jajaran untuk memetakan segala kemungkinan jalan yang bisa ditembus masyarakat yang masih nekat mudik.

"Untuk jalur tikus nanti saya minta Kapolsek mengintensifkan wilayahnya masing-masing," pungkasnya.

Sekadar diketahui, pemerintah telah menerbitkan adendum sebagai SE no 13 tahun 2021, menyikapi masyarakat yang memaksakan pulang lebih awal sebelum tenggat waktu larangan mudik, mulai tanggal 6 mei hingga 17 mei 2021.

SE tersebut mengatur tentang pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April - 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei - 24 Mei 2021).

Jalur mudik di Blitar ditutup

Tak mudah untuk bepergian ke luar kota, dengan lewat wilayah Kabupaten Blitar.

Sebab, mulai hari ini, Rabu (28/4) siang, petugas Polres Blitar mulai melakukan pengetatan terhadap jalur mudik khususnya bagi para pengendara kendaraan bermotor.

Semua jenis kendaraan, baik mobil ataupun sepeda motor, yang berplat nomer luar kota, akan dihentikan di depan SPBU Agung.

Itu merupakan jalur Malang-Bitar, yang ada di Desa/Kecamatan Selorejo.

Atau tepatnya, sekitar 50 meter sebelaah barat polsek setempat.

Di lokasi razia itu, petugas disiagakan tenda selama habis lebaran atau 17 Mei mendatang.

Dalam razia siang atau pukul 10,00 WIB, petugas menghentikan semua jenis kendaraan yang melintasn terutama bukan plat nomer Blitar.

Karuan, banyaknya petugas yang berdiri di tepi jalan itu membuat panik para pengendara.

Sebab, mereka mengira ada operasi kelengkapan surat berkendaraan.

Meski demikian, sedikitnya 33 kendaraan, di antaranya, 19 sepeda motor dan 14 mobil dihentikan.

Semuanya melaju dari arah Malang dan hendak ke arah Kota Blitar.

"Saya kaget mas, saya kira ada razia kelengkapan berkendaraan. Sebab, banyak petugas di tepi jalan.

Nggak tahunya, saya dihentikan dan disuruh masuk ke dalam tenda," tutur pria berusia 40 tahun, yang mengendarai mobil sedan dengan nopol L.

Setelah dihentikan, ia disuruh masuk ke dalam tenda, yang sudah ada petugas medis.

Selanjutnya, ia menjalani tes swab antigen (PCR).

Tes itu hanya berlaku 1x24 jam sehingga kalau melintas kembali, pengendara akan dites kembali.

Dari 35 orang yang di-swab antigen itu, semuanya negatif sehingga diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

"Seandainya, ada yang positif dalam swab, ia akan disuruh dikoordinasikan dengan satgas Covid-19 setempat," kata AKBP Leonard M Sinambela, Kapolres Blitar.

Sebenarnya, kegiatan pengetatan mudik ini baru akan dilaksanakan pada 6 Mei mendatang.

Namun, Leonard sengaja melakukan uji coba lebih awal karena buat mengantisipi ledakan pemudik.

Menurut warga, saat berlangsung razia itu, memang banyak pengendara yang panik.

Akhirnya, mereka lewat jalan tikus, seperti dari Jembatan Selorejo, belok ke arah utara.

Lalu, mereka melewari sejumlah desa, seperti Desa Sumberagung, Desa Ngerendeng, Desa Tepas, baru tembus Kecamatan Kesamben.

Tepatnya, di Terminal Kesamben.

"Saya ini nggak mudik tapi lagi ada urusan pekerjaan di Blitar dan akan sering keluar masuk Blitar.

Penyekatan jalan di Tulungagung

Polres Tulungagung fokus melakukan penyekatan lapis ke-2 selama masa mudik lebaran 2021.

Penyekatan ini untuk menunjang penyekatan antar rayon, seperti yang sudah ditetapkan.

“Kami fokus pada lapis ke-2, mungkin masih ada yang lolos akan masuk ke Tulungagung,” terang Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto, Senin (26/4/2021) saat Apel Gelar Pasukan Pengamanan Larangan Mudik.

Menurut Handono, Kabupaten Tulungagung tidak melakukan penyekatan langsung karena tidak punya berbatasan dengan provinsi lain.

Polres Tulungagung masuk Rayon IV bersama Polres Kediri Kota, Polres Kediri, Polres Nganjuk, Polres Jombang, Polres Blitar, Polres Blitar Kota dan Polres Trenggalek.

Rayon IV mendapat tugas fokus penyekatan di Trenggalek-Ponorogo, Trenggalek-Pacitan dan Jombang-Batu.

“Tetap akan ada penyekatan (di Tulungagung) supaya larangan mudik berjalan dengan baik,” sambung Handono.

Pos penyekatan didirikan di Pos Ngantru, Jembatan Ngujang 2, perbatasan Blitar di Rejotangan, dan perbatasan Trenggalek di Gondang.

Selain itu Polres Tulungagung juga mendirikan pos pengamanan di Bandung dan Pantai Gemah.

Personil yang ditugaskan juga fokus supaya tidak terjadi kemacetan lalu lintas.

“Kami juga mengantisipasi titik-titik yang menjadi kerumunan masyarakat,” ujar Handono.

Namun fokus utama mengantisipasi jalan tikus yang banyak di Tulungagung.

Jangan sampai jalan-jalan kecil di perkampungan menjadi jalur para pemudik nakal.

Selain juga penjagaan khusus di lokasi tempat wisata.

“Jalur-jalur yang berpotensi menjadi jalan untuk pemudik tetap akan dipasang personel,” tandas Handono.

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, pelarangan mudik ini sangat penting untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

Apalagi situasi saat ini belum sepenuhnya aman, masih ada potensi ledakan kasus.

Terutama karena aktivitas kumpul-kumpul saat libur panjang Idul Fitri.

Selain itu yang menjadi fokus utama adalah kepulangan para pekerja migran dari luar negeri.

Sebab banyak pekerja migran yang pasti pulang, karena masa kontraknya sudah habis.

Mereka nantinya akan ada penanganan khusus karena berpotensi membawa virus.

“Mereka tetap akan diawasi, tetap ada filter. Nantinya Gugus Tugas (Percepatan Penanganan Covid-19) yang akan berperan,” ujar Maryoto. (Samsul Arifin, Mochammad Sudarsono/Imam Taufik/David Yohanes)

Baca berita lainnya terkait penyekatan jalan masuk di Jatim dan Surabaya

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved