Breaking News:

Berita Magetan

Siasat Licik Anak Saudagar Sapi di Magetan Agar Dapat Uang Ratusan Juta Rupiah, Polisi Dibuat Repot

Begini ini skenario licik anak saudagar sapi di Magetan agar orangtuanya mau menjual tanah dan mobil. 

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Musahadah
surya/doni prasetyo
Sugiarto (31), anak saudagar sapi ternama di Poncol, Magetan membuat siasat licik untuk mengelabuhi orangtuanya. Polisi sampai dibuat repot. 

SURYA.CO.ID, MAGETAN - Begini ini skenario licik anak saudagar sapi di Magetan agar dapat uang ratusan juta rupiah dari orangtuanya. 

Pria Magetan bernama Sugiarto ini melapor ke polisi telah dibegal.

Uang Rp 160 juta miliknya diakuinya telah direbut begal bersenjata api. 

Laporan itu pun sempat merepotkan polisi  yang hatus menelusuri jalan serta mengecek CCTV maupun sinyal seluler dari detik ke detik. 

Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Ryan Wira Raja Pratama mengungkapkan, dalam laporannya, Sugiarto yang warga Desa/Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur itu mengaku dibegal di lokasi  hutan bambu, jauh dari domisili warga,  antara jalan Poncol dan Dusun Buludengkek, Desa Buluharjo, Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, 

Baca juga: Tampang Pembunuh Bocah 4 Tahun di Ambunten Kabupaten Sumenep, Masih Berkerabat dengan Korban

Baca juga: Tak Kapok Jualan Miras, Emak-emak di Kabupaten Gresik Ini Kembali Berurusan dengan Polisi

"Tersangka mengaku di pepet mobil dan ditodong senjata api (senpi) oleh seorang laki laki dan direbut bugkusan uang sebanyak Rp 160 juta yang dibawanya," terang AKP Ryan Wira Raja Pratama, yang mulai pekan depan menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Madiun ini kepada Surya, Kamis (29/4).

Laporan itu pun ditanggapi serius polisi dengan turun ke lokasi kejadian yang dimaksud dan mengecek CCTV hingga sinyal ponselnya.   

Tersangka Sugiarto (31), warga Desa/Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur mengakui laporan polisi sebagai korban begal itu untuk mengelabui orangtuanya agar mau melunasi hutangnya di salah satu bank pemerintah.
Tersangka Sugiarto (31), warga Desa/Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur mengakui laporan polisi sebagai korban begal itu untuk mengelabui orangtuanya agar mau melunasi hutangnya di salah satu bank pemerintah. (surya/doni prasetyo)

Namun, dari kronologi yang diungkapkan Sugiarto ternyata ada kejanggalan. 

"Kronologi yang dikemukan janggal, setelah kami cecar akhirnya, pelapor ini mengaku. Semua cerita jadi korban begal dan menderita kerugian Rp 160 juta itu, bohongan," katanya. 

Kepada polisi, Sugiarto mengaku hal itu dilakukan agar orangtuanya menjual aset berupa tanah dan mobil untuk membayar hutang tersangka ini di bank.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved