Breaking News:

Virus Corona

Pantas Jokowi Khawatir Masyarakat Nekat Mudik, Tak Ingin Seperti India 350.000 Kasus Covid-19/Hari

Pantas Presiden Jokowi khawatir dengan aksi warga nekat mudik pada Lebaran 2021 nanti lantaran tak ingin terjadi seperti lonjakan kasus Covid-19 India

Editor: Iksan Fauzi
Kolase SURYA.co.id/Sugiharto/Kompas.com
Sejumlah petugas melakukan uji coba pengetatan masuk Surabaya bagi pengendara kendaraan di luar plat L dan W. Foto kanan : Presiden Jokowi. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Pantas Presiden Jokowi khawatir dengan aksi warga nekat mudik pada Lebaran 2021 nanti lantaran tak ingin terjadi seperti lonjakan kasus Covid-19 India.

Seperti diketahui, pemerintah India sedang bekerja keras setelah terjadi lonjakan kasus Covid-19 mencapai 350.000 kasus aktif per hari.

Presiden Jokowi tidak ingin penyebaran Covid-19 di Indonesia sama seperti di India.

Bukan hanya India, pemerintah Turki, Brasil dan Uni Eropa juga sedang berjuang ekstra keras karena lonjakan virus corona. 

"Saya betul betul masih khawatir mengenai mudik di hari raya Idul Fitri yang akan datang," kata Jokowi dalam Pengarahan Kepala Daerah Se Indonesia yang disiarkan Youtube Sekretariat presiden, Kamis, (29/4/2021).

Baca juga: 7 Titik Penyekatan Jalan di Jatim, Mulai Uji Coba Pengetatan Masuk Surabaya: Selain Plat L Diperiksa

Sejumlah anggota Satlantas Polrestabes Surabaya bersama anggota TNI, Dishub dan Satpol PP melakukan pengetatan masuk Surabaya di bundaran Waru perbatasan Kota Surabaya, Kamis (29/4/2021). Kegiatan penyekatan akan dilakukan saat diberlakukan larangan mudik Hari Raya Idul Fitri, 6-17 Mei 2021.
Sejumlah anggota Satlantas Polrestabes Surabaya bersama anggota TNI, Dishub dan Satpol PP melakukan pengetatan masuk Surabaya di bundaran Waru perbatasan Kota Surabaya, Kamis (29/4/2021). Kegiatan penyekatan akan dilakukan saat diberlakukan larangan mudik Hari Raya Idul Fitri, 6-17 Mei 2021. (SURYA.co.id/Sugiharto)

Negara dengan penduduk terbesar ke dua di Dunia tersebut mengalami lonjakan kasus Covid-19 secara eksponensial, setelah sebelumnya berhasil melandaikannya.

"Saat itu India berhasil menurunkan sampai ke 10.000 kasus per hari, tetapi kita tahu hari-hari ini terjadi sebuah lonjakan yang eksponensial di India menjadi 350.000 kasus aktif per hari.

Ini yang menjadi kehati-hatian kita semuanya, hati-hati dengan perkembangan yang ada di India, dan juga tidak hanya di India, ada di Turki, kemudian ada di Brazil dan beberapa di Uni Eropa," kata Jokowi.

Minta kepala daerah waspada

Untuk itu, Presiden Jokowi meminta kepala daerah selalu waspada terhadap penyebaran Covid-19.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved