Breaking News:

Lebaran 2021

Jelang Lebaran 2021, Dinkes Kabupaten Gresik Antisipasi Gelombang Pekerja Migran yang Mudik

Terhitung sudah ada ratusan PMI yang berasal dari luar negeri tiba di Kabupaten Gresik hingga hari ini.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/sugiharto
Foto Ilustrasi. Sebanyak 156 pekerja migran Indonesia dari Malaysia menjalani rapid test di Terminal 2 Internasional Juanda, Selasa (7/4/2020). Rapid test ini dilakukan sebagai antisipasi untuk penyebaran virus covid-19 ke indonesia. 

SURYA.CO.ID, GRESIK – Kepala Dinas Kesehatan Gresik, drg Saifudin Ghozali, menyebut sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah menjadi puncak kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Terhitung sudah ada ratusan PMI yang berasal dari luar negeri tiba di Kabupaten Gresik hingga hari ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, PMI asal Gresik mayoritas bekerja dari negara tetangga.

Seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam.

“Sejak Januari, Februari, Maret, April 300 lebih PMI datang. Bulan April puncaknya 193 terlacak datang dari luar negeri. Kita lakukan swab pcr lagi meskipun negatif dari luar ada beberapa yang positif dan ini lumayan banyak. Selama ini pihaknya telah melakukan tracing, hasilnya, sudah ada yang menularkan ke anggota keluarga,” kata Ghozali, Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Golkar Jatim Getol Dorong Airlangga Hartarto Maju di Pilpres 2024

Baca juga: Pimpinan Ponpes Sabilurrosyad : Anak-anak Prajurit KRI Nanggala 402 Bisa Mondok Gratis di Sini

Baca juga: Nasib Stefano Pioli jika AC MIlan Gagal Lolos Liga Champions Musim Depan

Gelombang PMI besar menjelang dan setelah hari Raya, perlu antisipasi bersama.

Langkah-langkah yang diterapkan mulai bandara Juanda.

Saat tiba di Kabupaten Gresik sudah disediakan Stadion Gelora Joko Samudro atau Gejos.

“Jika ada juga imigran yang lolos tidak turun bandar Juanda. Pulang sendiri masuk desa, Kades sebagai garda terdepan, jika lolos kita siapkan langkah seperti menjemput pasien ke Gejos,” terangnya.

Pria yang kerap disapa Ghozali menyebut sudah 2 minggu zona oranye, Gresik bertahan zona itu.

"Analisa by data penyebab menjadi kuning lagi karena PMI menyebut pendatang dari luar negeri,” kata dia.

BACA BERITA GRESIK LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved