Breaking News:

6 FAKTA Isu Babi Ngepet di Depok: Ternyata Cuma Rekayasa, Kasus Sebelumnya Terungkap Berkat GPS

Terungkap sejumlah fakta tentang isu babi ngepet yang menghebohkan warga di Depok. Kasus Sebelumnya Terungkap Berkat GPS

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah
Kolase Tribun Jogja dan Istimewa/Kompas
AI (kanan) ditahan Polres Metro Depok karena telah membuat isu penangkapan babi ngepet. Rangkuman faktanya ada di artikel ini 

“Terakhir itu berat 15 kilogram, tinggi babi dan lebar 15 centimeter, seperti kucing,” ujar Ketua RW setempat, Abdul Rosad seperti dilansir Tribunnews.com, Selasa (27/4/2021).

Karena kabar soal penangkapan babi ini membuat banyak warga berdatangan hingga akhirnya menimbulkan kerumunan, babi itu akhirnya dipotong dan dikubur warga.

Sebelum disembelih, sejumlah warga sekitar pun bahkan menggelar pengajian terlebih dahulu.

“Karena kalau enggak dieksekusi dari sekarang, itu mengakibatkan kerumunan orang semakin banyak," ujar Suhanda.

"Karena sekarang kita lagi pencegahan Covid-19, makanya kita cepat-cepat dari RT, dari RW, mengatakan harus dieksekusi secepatnya supaya tidak ada kerumunan banyak-banyak,” pungkasnya.

6. Kasus sebelumnya

Di kasus sebelumnya, warga Solo dihebohkan dengan isu viral pesugihan babi ngepet yang mencuri barang-barang milik masyarakat sekitar.

Namun, kabar hoax babi ngepet yang terjadi di Kampung Kalangan, Kelurahan Jagalan, Solo akhirnya terungkap.

Fakta hoax babi ngepet di Solo terungkap berkat GPS (Global Positioning System).

Melansir dari laman TribunJateng (jaringan Surya.co.id), warga Solo resah akibat adanya isu babi ngepet selama sebulan ini.

Bermula dari sejumlah barang milik warga mendadak hilang tak diketahui pelakunya.

Teror ini terjadi tepatnya di wilayah RW 10 hingga 15, Jagalan, Solo.

Warga sekitar mengaku kehilangan barang seperti laptop, telepon seluler, dan helm lantas menduga adanya babi ngepet yang mengambil barang-barang milik mereka.

Akan tetapi, belakangan isu babi ngepet tersebut terbukti hoaks setelah ditangkapnya pelaku pencurian bernama Rendy Febrianto alias Bagong (27).

Terkuaknya aksi Bagong bermula dari Andreas yang saat itu sedang berduka karena ibunya meninggal dunia, tiba-tiba kehilangan HPnya saat sedang dicharge.

Dalam ponsel korban itu, terdapat aplikasi ojek online, sehingga lokasi HP dapat dilacak keberadaannya.

Hal ini seperti yang diungkapkan Bhabinkamtibmas Jaglan, Aipda Tarmuji.

"Dalam ponsel korban itu ada aplikasi ojek online. Nah dilacak melalui itu. Kok kebetulan ponsel yang dicuri itu dalam kondisi belum dimatikan dayanya, sehingga GPS masih menyala," ucap Aipda Tarmuji.

Warga sekitar lantas menemukan HP Andreas di belakang pos kamling yang ditutupi semak dan pecahan genteng.

"Mereka tak langsung mengambil ponselnya. Tetapi malah sembunyi sambil menunggu siapa yang akan mengambilnya," ucap Tarmuji.

Warga lantas mengintai siapa orang yang mengambil ponsel tersebut dan diketahui sosok Bagong lah yang diam-diam membawa ponsel itu dan menyembunyikannya di selokan kering belakang rumahnya.

Warga yang kesal hendak mengeroyok Bagong yang tertangkap basah mengambil ponsel Andreas.

Bahkan, Aipda Tarmuji rela tubuhnya diinjak massa saat mengevakuasi maling tersebut.

"Saat saya datang ke TKP dengan Pak Babinsa, sudah ada 100-an warga yang mengepung rumah Bagong.

Warga tampak sudah geram dan ingin menghajar Bagong saat itu.

Saat saya masuk ke rumahnya, Bagong ada di lantai dua, sedangkan di lantai 1 ada sejumlah tokoh masyrakat yang berupaya menenangkan warga," jelas Aipda Tarmuji.

Ia pun lantas menamengi Bagong untuk dibawa keluar rumah untuk dievakuasi.

Aipda Tarmuji dibantu Serda Lalu, Babinda setempat bahkan kena tonjokan warga yang hendak menghakimi Bagong.

Tak hanya itu, ia juga mengaku diinjak oleh warga yang geram dengan perbuatan Bagong.

"Saya lihat Bagong yang jalan di depan saya kena pukul di sekujur tubuh.

Saya pikir itu tidak apa-apa.

Saat jalan mau sampai ke mobil patroli, kaki saya tersandung benda, lalu kami jatuh.

Saat itulah kami terinjak-injak warga," beber Aipda Tarmuji.

Akhirnya, Bagong berhasil dievakuasi dan dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Ikuti Berita Seputar Isu Babi Ngepet

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved