Breaking News:

6 FAKTA Isu Babi Ngepet di Depok: Ternyata Cuma Rekayasa, Kasus Sebelumnya Terungkap Berkat GPS

Terungkap sejumlah fakta tentang isu babi ngepet yang menghebohkan warga di Depok. Kasus Sebelumnya Terungkap Berkat GPS

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah
Kolase Tribun Jogja dan Istimewa/Kompas
AI (kanan) ditahan Polres Metro Depok karena telah membuat isu penangkapan babi ngepet. Rangkuman faktanya ada di artikel ini 

"Semuanya yang sudah viral tiga hari sebelumnya adalah hoaks, itu berita bohong," kata Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar, Kamis (29/4/2021).

2. Kronologi sebenarnya

Imran menjelaskan, rekayasa dimulai ketika di permukiman itu, beberapa warga mengeluh uangnya hilang Rp 1 juta-Rp 2 juta.

Tersangka AI kemudian memesan secara online seekor babi dari pencinta binatang yang dibeli harganya Rp 900.000, dengan ongkos kirim Rp 200.000.

AI lalu bekerja sama merekayasa penangkapan babi itu dengan delapan temannya.

Cerita-cerita soal penangkapan babi secara telanjang bulat juga bohong.

"Seolah-olah mengarang cerita, ada tiga orang, satu orang turun tanpa menapakkan kaki, kemudian keduanya pergi naik motor, tiba-tiba satu setengah jam berubah jadi babi, padahal itu tidak benar. Sudah direncanakan," jelas Imran.

3. Perekayasa ingin eksis

Menurut Imran, Al melakukan hal itu kerena ingin eksis alias terkenal di kampungnya.

"Tujuan mereka adalah supaya lebih terkenal di kampungnya, karena ini merupakan salah satu tokohlah sebenarnya, tapi disebut tokoh juga tidak terlalu terkenal, jadi supaya dia dianggap saja," ungkap Imran.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved