Breaking News:

Berita Bondowoso

2 Minggu Polisi Intai Pelaku Pembalakan Liar di Lumajang, Tersangka Didenda Maksimal Rp 15 Miliar

Polres Lumajang melalui jajaran Satreskrim berhasil mengungkap tindakan illegal loging di kawasan hutan Pasirian, Lumajang.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Pak La saat diamankan di Polres Lumajang. Barang bukti kayu yang diduga hasil pembalakan liar di kawasan hutan Pasirian, Lumajang. 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Polres Lumajang melalui jajaran Satreskrim berhasil mengungkap tindakan illegal loging atau pembalakan liar di kawasan hutan Pasirian, Lumajang.

Dari pengungkapan itu, polisi mengamankan Pak La warga Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Lumajang.

Paur Subbag Humas Polres Lumajang, Ipda Andreas Shinta mengatakan, penangkapan tersangka bermula saat pada 5 April 2021 Perhutani melaporkan temuan 150 kayu balokan dan 1 gelondongan kayu di dalam hutan sekitaran Pasirian. Adanya laporan itu, pihak polisi pun mendatangi lokasi yang dimaksud.

"Polisi dari jarak jauh melakukan pengintaian siapa yang telah melakukan penebangan ilegal," katanya, Kamis (29/4/2021).

Dua minggu lebih lamanya, polisi setiap hari melakukan pengintaian. Hingga akhirnya polisi menemukan titik terang bahwa ratusan gelondong kayu tersebut diangkut ke gudang di kawasan Desa Bago, Kecamatan Pasirian.

Gudang tersebut diketahui milik Pak La warga desa setempat.

Setelah mengantongi cukup bukti, polisi langsung menggerebek gudang itu.

Sayangnya, saat polisi datang Pak La sedang tidak berada di tempat. Akhirnya polisi hanya bisa menyita ratusan kayu gelondongan itu.

Dari kasus itu polisi akhirnya menetapkan Pak La sebagai buronan. Hingga akhirnya pada Senin (26/4/2021), sekitar pukul 20.30 WIB, Pak La memilih menyerahkan diri.

"Sekarang tersangka sudah diamankan dan masih ditangani lebih lanjut oleh Satreskrim," terangnya.

Atas perbuatan Pak La, pihak Perhutani ditafsir mengalami kerugian Rp 200 juta lebih. Guna mempertanggung jawabkan perbuatan itu Pak La pun disangkakan melanggar Pasal 87 ayat 1 huruf c UU RI No. 18 tahun 2013.

"Hukuman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun (penjara), denda minimal Rp 5 miliar, maksimal Rp 15 miliar," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved