Breaking News:

Berita Kota Batu

Tuntutan Bayar THR saat Pariwisata Terseok, Apindo Batu : Dibayar 50 Persen Sudah Bagus

Krisnanto sangat memahami kondisi setiap perusahaan. Apalagi yang sangat terdampak adalah perusahaan sektor pariwisata.

Penulis: Benni Indo
Editor: Deddy Humana
surya/benni indo
Seorang buruh memanggul satu sak pupuk untuk didistribusikan di Kota Batu. 

SURYA.CO.ID, KOTA BATU - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batu mengimbau kepada seluruh perusahaan di Kota Batu agar memberikan hak tunjangan hari raya (THR) kepada karyawannya dengan tepat waktu.

Wakil Ketua Apindo Kota Batu, Krisnanto mengatakan, pihaknya akan mendorong perusahaan-perusahaan di Kota Batu agar memenuhi hak THR karyawannya.

Terlebih keputusan itu sudah diatur SE Menaker. Meski begitu, jumlah THR yang dibayarkan kepada karyawan sebaiknya menyesuaikan dengan kemampuan keuangan perusahaan. Dikatakan Krisnanto, sebagian besar anggota Apindo Kota Batu yang bergerak di bidang pariwisata, terpukul parah akibat pandemi Covid-19.

“Kalau untuk masalah itu (jumlah THR), kami kembalikan kepada anggota karena secara umum bergerak di bidang pariwisata. Dengan kondisi seperti ini, apalagi ada larangan mudik, maka berpengaruh sekali terhadap usaha pariwisata. Kami kembalikan dengan kebijakan manajemen melalui bipartit,” papar Krisnanto.

Kalaupun tidak ada titik temu, ada mekanisme penangguhan yang dapat dikoordinasikan dengan Pemkot Batu. Menurut Krisnanto, kalau ada perusahaan yang mampu membayar THR 50 persen, itu sudah bagus. “Itu sudah cukup bagus bisa memberikan 50 persen,” tegasnya.

Di masa pandemi ini, Krisnanto sangat memahami kondisi setiap perusahaan. Apalagi yang sangat terdampak adalah perusahaan sektor pariwisata.

"Kami sangat memahami kondisi ini. Apalagi ada larangan mudik, yang justru membuat pendapatan mereka menurun. Akan tetapi, kebijakan itu perlu diberlakukan bagi keselamatan dan keamanan bersama. Semoga para karyawan memahami kondisi ini,” ujarnya

Dikonfirmasi sebelumnya, Pemkot Batu mengimbau agar perusahaan tidak memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerjanya dengan cara dicicil. Mekanisme pelaksanaan pemberian THR keagamaan bagi pekerja telah diatur dalam SE Menaker Nomor M/6/HK.04/IV/2021.

Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-TK) Kota Batu, Adiek Iman Santoso menjelaskan, perusahaan diimbau melaksanakan SE tersebut dengan tertib. Salah satunya tidak mencicil THR.

Dedek, sapaannya, menyampaikan ada tiga poin yang harus dijalankan pemda untuk memberi kepastian hukum dan mengantisipasi hambatan pelaksanaan THR 2021. Di antaranya penegakan hukum terhadap pelanggaran pemberian THR. Berikutnya, pembentukan posko pelaksanaan THR.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved