Breaking News:

Berita Surabaya

Pemkot Surabaya soal Polemik Fasum Perum YKP Rungkut Kidul: Ada Fasum Tak Wajib Diserahkan Pemkot

Pemkot Surabaya akan mengambil langkah tepat untuk menyikapi polemik fasitas umum (fasum) di  perumahan YKP Rungkut Kidul.

surya.co.id/nuraini faiq
Warga RW 10 YKP Rungkut Kidul Surabaya membentangkan spanduk menagih fasum ke Balaikota Surabaya, Selasa (26/4/2021). Pemkot Surabaya menegaskan ada fasum yang tidak wajib diserahkan kepada Pemkot, yakni fasum komersial atau bisnis. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemkot Surabaya akan mengambil langkah tepat untuk menyikapi polemik fasitas umum (fasum) di  perumahan YKP Rungkut Kidul.

Pemkot yang saat ini menjadi pengelola YKP akan bertindak sesuai aturan.

Ketua Yayasan Kas Pembangunan (YKP) yang juga Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya Maria Ekawati Rahayu menjelaskan bahwa fasum di belakang Taksi Matro Rungkut bukan termasuk diserahkan kepada Pemkot. 

"Menurut siteplan, fasum di lokasi bukan termasuk fasum yang wajib diserahkan ke Pemkot.

Sementara YKP telah menyerahkan fasum Rungkut Kidul Pemkot pada 1997," terang Yayuk, panggilan Maria Ekawati Rahayu, Rabu (28/4/2021).

Sesuai regulasinya, ada dua jenis fasum dalam setiap perumahan.

Ada fasum sosial yang wajib diserahkan ke Pemkot untuk kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Tetapi ada juga fasum yang dikelola pengembang atau fasum untuk bisnis dan perdagangan. 

Yayuk menegaskan jika fasum yang menjadi polemik berlokasi di belakang Taksi Metro, bukan fasum fasos. Tapi fasum komersial. Pengembang yang mengelola.

Warga Rungkut Kidul YKP ramai-ramai mendatangi Pemkot Surabaya. Mereka membentangkan spanduk meminta fasum pada YKP. YKP saat ini diambil alih Pemkot Surabaya. Mereka mendesak meminta fasum dikembalikan.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved