Breaking News:

Berita Surabaya

Dirut PT Daha Tama Adikarya Didakwa Tipu Gelap Rp 3,6 Miliar, Kok Malah Ajukan Penangguhan Penahanan

Setelah terdakwa menerima pembayaran sebesar Rp 6,1 miliar dari korban, terdakwa sampai dengan saat ini tidak lagi melakukan pengiriman sisa kayu.

Samsul Arifin
Suasana sidang daring Direktur Utama (Dirut) PT Daha Tama Adikarya, Imam Santoso yang terlibat kasus penipuan dan penggelapan uang jual beli kayu, diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (28/4/2021). 

SURYA.CO.ID I SURABAYA - Direktur Utama (Dirut) PT Daha Tama Adikarya, Imam Santoso yang terlibat kasus penipuan dan penggelapan uang jual beli kayu, diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (28/4/2021).

Sidang dipimpin oleh majelis hakim I Ketut Tirta, dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Irene Ulfa SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan dalam sidang terbuka secara virtual, Jaksa Irene Ulfa menyebut perbuatan terdakwa dilakukan pada 21 September 2017.

Ketika itu terdakwa bertemu dengan Willyanto Wijaya (korban) untuk menawarkan pembelian kayu.

"Untuk meyakinkan korban, terdakwa menunjukan rekapitulasi jumlah kayu yang ditebang," terang Jaksa Irene saat membacakan surat dakwaannya di ruang sidang Cakra.

Karena tertarik dengan penawaran, masih kata jaksa Irene, korban memesan kayu yang dijual terdakwa.

Di antaranya kayu maranti, kayu rimba campuran dan kayu indab, dengan total keseluruhan sebanyak 15.000 m3 yang dikirim secara bertahap.

"Setelah terdakwa menerima pembayaran sebesar Rp 6,1 miliar dari korban, terdakwa sampai dengan saat ini tidak lagi melakukan pengiriman sisa kayu," terang Jaksa Irene.

Suasana sidang daring Direktur Utama (Dirut) PT Daha Tama Adikarya, Imam Santoso yang terlibat kasus penipuan dan penggelapan uang jual beli kayu, diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (28/4/2021).
Suasana sidang daring Direktur Utama (Dirut) PT Daha Tama Adikarya, Imam Santoso yang terlibat kasus penipuan dan penggelapan uang jual beli kayu, diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (28/4/2021). (Samsul Arifin)

"Sisa uang sebesar Rp 3.611.440.020 yang sudah diterima terdakwa tidak dikembalikan kepada saksi korban, melainkan dipergunakan terdakwa untuk kepentingan PT Randoetatah Cemerlang yang tidak ada kaitannya dengan saksi korban," sambungnya.

Berdasarkan uraian dakwaan, jaksa mendakwa terdakwa dengan pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.

Halaman
12
Penulis: Samsul Arifin
Editor: Anas Miftakhudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved