Breaking News:

Berita Pamekasan

Unggulannya Hanya Singkong, Tetapi Desa di Pamekasan Beri Santunan Ratusan Juta untuk Warganya

namun tahun ini mampu menyantuni ratusan orang warganya dengan sebagian pendapatan asli desa (PADes) sebesar Rp 368,5 juta lebih.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Deddy Humana
surya/kuswanto ferdian
Kepala Desa Rek Kerrek, Fadil memberikan sambutan di depan puluhan warga sebelum pembagian santunan, Selasa (27/4/2021). 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN - Pemerintah Desa (Pemdes) Rek Kerek di Kecamatan Palengaan Pamekasan seperti desa-desa lainnya. Bahkan produk perkebunan unggulannya hanya singkong selain kerajinan batik, namun tahun ini mampu menyantuni ratusan orang warganya dengan sebagian pendapatan asli desa (PADes) sebesar Rp 368,5 juta lebih.

Penyampaian PADes Rek Kerek itu diumumkan di balai desa setempat, Selasa (27/4/2021). Kepala Desa (Kades) Rek Kerek, Fadil mengumumkan PADes tahun 2020 itu di depan warganya, termasuk para tokoh masyarakat, guru ngaji, puluhan anak yatim, perangkat desa dan masyarakat penerima santunan.

Dengan produk unggulan singkong, bagaimana Desa Rek Kerek bisa mencapai prestasi itu? Bahkan pada 2020, nilai PADes mencapai total Rp 368.554.316. Dan sebagian besar PADes itu dibagikan kepada warga dalam bentuk santunan tunai.

Ternyata semua berkat pencapaian hasil pembangunan yang digerakkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) setempat. Selain mengembangkan UMKM lewat singkong dan batik sebagai unggulan, pemdes memiliki usaha lain.

"Hasil pendapatan bersih BUMDES Rek Kerrek 2020 lalu adalah senilai Rp 526.506.000. Dan 70 persen hasil dana BUMDES itu diberikan ke masyarakat dalam bentuk santunan," kata Fadil.

Selama ini BUMDES setempat mengoperasionalkan dan menyewakan eskavator, dump truck dan SPBU mini, yang menjadi di antara banyak sumber pemasukan untuk PADes.

"Sekitar 30 persen hasil BUMDES direncakan untuk membeli satu unit dump truck dan akan dibuat simpan pinjam UMKM khusus masyarakat pada 2021 ini. Memang pendapatan BUMDES itu dari hasil sewa eskavator, dump truck dan SPBU mini. Ini masih berjalan selama setahun," jelas Fadil.

Menurut Fadil, masyarakat desa juga berhak merasakan hasil pembangunan dan juga santunan. Kali ini pemdes memberi santunan kepada anak yatim, guru ngaji, pondok pesantren, madrasah dan lansia.

Khusus yatim, santunan berupa uang tunai itu diberikan untuk anak berumur 12 tahun ke bawah. Sedangkan, untuk lansia, diberikan ke lansia yang lumpuh dan tidak bisa berjalan.

"Kalau yang lansia lumpuh parah, santunannya akan diserahkan ke rumah masing-masing oleh perangkat desa, karena tidak bisa hadir langsung ke balai desa," ujarnya.

Fadil berencana, bila pendapatan BUMDES tahun 2021 meningkat, pihaknya akan memberikan beasiswa, khusus mahasiswa yang berprestasi. Nantinya bila ada mahasiswa setempat yang berprestasi dan ingin melanjutkan kuliah S2 dan S3 namun kekurangan biaya, pemdes akan membantu.

"Kami berencana akan beli satu unit dump truck lagi tahun ini. Jadi nanti bisa punya dua. Produk UMKM di sini yang unggul singkong, dan batik," tutupnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved