Breaking News:

Pemprov Jatim

Pemprov Jatim Siap Sambut Kepulangan 14 Ribu Pekerja Migran, Skemanya Beda dengan Pusat

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur Himawan Estu Bagijo menegaskan diskresi untuk pemulangan tenaga migran telah disiapkan.

surya/fatimatuz zahro
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jatim Himawan Estu Bagijo. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur Himawan Estu Bagijo menegaskan diskresi untuk pemulangan tenaga migran telah disiapkan sistem pengamanannya dari penularan covid-19.

Mereka akan dikarantina lebih dulu dan dipastikan negatif covid-19 sebelum kembali bertemu keluarga.

Namun dikatakan Himawan, sistem karantina yang diterapkan di Jatim nantinya dipastikan beda dengan skema yang diberlakukan pemerintah pusat dimana mereka harus 5 hari karantina.

Di Jatim semua akan difasilitasi oleh Pemprov dan Pemkab. 

“Hari-hari ini pemerja migran Jatim akan mulai berdatangan. Baik yang habis kontrak maupun yang dipulangkan karena administrasi tidak sesuai hukum. Perkiraannya jumlahnya mencapai 14 Ribu orang,” kata Himawan, Selasa (27/4/2021). 

Meski begitu ia menegaskan bahwa kepulangan tenaga migran itu akan bertahap. Tidak langsung datang dalam sekali waktu. 

Saat ini, mekanisme tes swab pada migran yang akan tiba dan juga rumah-rumah karantina telah disiapkan mulai oleh Pemprov Jatim hingga di daerah kabupaten kota yang tenaga migrannya akan pulang kampung.

“Nah, skema yang dilakukan Jatim tidak sama dengan nasional yang langsung karantina lima hari. Di Jatim, tenaga migran begitu landing akan langsung dilakukan swab test. Kemudian mereka akan dikarantina dua hari di asrama Haji,” kata Himawan.

Dua hari karantina yang dimaksud adalah sembari menunggu hasil swab test para tenaga migran keluar dari laboratorium. 

Untuk yang hasilnya positif, mereka akan langsung diarahkan untuk isolasi di RS Darurat Indrapura. Jika negatif maka maka mereka akan diserahkan ke Pemkab untuk dilanjutkan karantina lanjutan.

“Setelah diserahkan ke kabupaten kota, tenaga migran tidak langsung pulang. Tapi dikarantika tiga hari di kab kota masing masing. Sehingga kini pemda sedang siapkan lokasi karantinanya,” tandas Himawan.

Tenaga migran dikarantina di kabupaten kota masing-masing selama tiga hari. Di hari terakhir karantina mereka akan dites covid-19 lagi. Jika positif maka dilanjutkan mekanisme kuratif dan isolasi. Dan jika negatif baru bisa dipulangkan ke keluarga. 

“Jadi totalnya ya lima hari juga dia dikarantina untuk memastikan benar-benar negatif. Karena kita khawatir jika ada virus yang dibawa dari luar negeri ke kampung halaman,” tandas Himawan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur Himawan Estu Bagijo. 

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved