Breaking News:

Berita Surabaya

Menjadi Binaan PLN Peduli, Perajin Bonggol Kayu Jati di Ngawi Makin Giat Pasarkan Produk

salah satu perajin mengaku, sejak Oktober 2020 lalu, dusunnya telah ditetapkan sebagai desa Wisata oleh Pemkab Ngawi.

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Para perajin bonggol kayu jati di Dusun Ngubalan, Desa Banjarbanggi, Kecamatan Pitu Ngawi, tetap optimistis bisa bangkit untuk meningkatkan penjualan. Ini setelah dua tahun berturut-turut, mereka mengalami keterpurukan karena kehadiran jalan tol dan pandemi Covid-19.

Somo Midi, salah satu perajin mengaku, sejak Oktober 2020 lalu, dusunnya telah ditetapkan sebagai desa Wisata oleh Pemkab Ngawi.

"Bagi kami itu membangkitkan kami setelah di tahun 2019 lalu, kendaraan yang lewat di jalan utama di dusun kami jadi sepi karena ada jalan tol Surabaya-Solo. Penjualan menurun," kata Somo, yang sekarang juga menjadi pengelola Desa Wisata Dewi Ngubalan, Selasa (27/4/2021).

Kemudian pada 2020, hantaman pandemi membuat penjualan kerajinan bonggol kayu jati yang diubah menjadi aneka model furnitur, kembali mengalami penurunan yang tajam.

Namun berkaca dampak tol 2019, banyak perajin dan penjual di daerah itu yang beralih penjualan online dan memanfaatkan media sosial. "Jadi pandemi turun, tetapi mulai dikenal karena berjualan online," tambah Somo.

Dan saat dicetuskan sebagai desa wisata di Oktober 2020, mereka juga mendapatkan pendampingan dari program PLN Peduli. Pendampingan itu berlangsung hingga saat ini dan membuat para perajin dan pedagang bonggol kayu jati di daerah itu bangkit.

"Dengan bantuan dari PLN Peduli, kami sangat senang karena mendorong kami merintis desa wisata. Kami berharap desa wisata ini dapat memulihkan perekonomian dan meningkatkan produktivitas kami," harap Somo.

Saat ini, produk yang dikerjakan di tempat tersebut ditawarkan dengan harga Rp 250.000 hingga Rp 600.000 per biji. Berupa meja, kayu, dan aksesoris lainnya.
Pendampingan dari PLN Peduli membuat produk-produk desa tersebut bisa dijual hingga ke Bali bahkan ke luar negeri.

Omzet pun meningkat sekitar Rp 5 juta hingga Rp 10 juta untuk pengusaha kecil dan Rp 60 juta sampai Rp 100 juta bagi pengusaha besar. "Ada sekitar 40 perajin dan pengusaha di desa kami yang juga disebut Dewi Ngubalan ini," jelas Somo.

Terpisah, Kabid Industri Agro Disperindag Jawa Timur, Hery Wiriantoro menambahkan, perajin di Ngubalan sudah dikenal dan diakui.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved