Breaking News:

Berita Lamongan

Jembatan di Lamongan Patah Akibat Dilintasi Dump Truck, Ganggu Aktivitas Warga Tiga Dusun

Kekuatan jembatan desa itu sebenarnya memang tidak sebanding dengan beban dump truck, akibatnya aktivitas warga dari tiga dusun terganggu.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Jembatan di Desa Putatkumpul, Kecamatan Turi yang menjadi penghubung tiga dusun ambrol, Selasa (27/4/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Mobilitas dump truck pengangkut batu uruk untuk perbaikan jalan yang kebanjiran, juga membawa kerusakan infrastruktur. Akibat sering dilintasi dump truck bermuatan material, sebuah jembatan di Desa Putatkumpul, Kecamatan Turi patah dan memutus akses warga di tiga dusun sekitarnya.

Putusnya akses jembatan itu diketahui, Selasa (27/4/2021) pagi, dan badan jembatan benar-benar patah di bagian tengah sehingga masuk ke sungai. Kekuatan jembatan desa itu sebenarnya memang tidak sebanding dengan beban dump truck, akibatnya aktivitas warga dari tiga dusun terganggu.

"Inggih mas, jembatan ambrol Selasa pagi tadi sekitar jam 07.30 WIB," kata Kades Putat Kumpul, Sukron saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (27/4/2021) siang.

Dipastikan jembatan memang rusak akibat sering ada dump truck bermuatan batu uruk melintas. Dump truk pengangkut batu pedel itu sering lewat untuk menuju lokasi perbaikan jalan yang sempat terendam banjir.

"Meski tidak ada korban jiwa, namun ambrolnya jembatan ini membuat warga dari tiga dusun di Desa Putatkumpul harus mencari jalan alternatif memutar lebih jauh kalau akan keluar dusun," kata Sukron.

Selain karena sering dilalui dump truck, Sukron juga menyebut usia jembatan terbilang tua, karena dibangun tahun 2006. "Tidak ada korban jiwa karena jembatan ambrol ketika sepi," ungkapnya.

Sukron menambahkan, pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut ke dinas terkait. Beberapa pegawai dari Kecamatan dan dinas terkait sudah meninjau kerusakan akibat jembatan itu.

"Sudah ada tim dari kecamatan dan dinas melihat. Informasinya tahun ini akan segera diperbaiki," kata Sukron.

Sambil menunggu perbaikan, pihak desa sementara memasang gedhek (anyaman dinding bambu) di bahu kanan kiri jembatan yang tersisa agar tidak membahayakan. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved