Breaking News:

Berita Magetan

Diributkan Setelah Terlambat Setahun, Proyek Jalan di Magetan Ternyata Hanya Senilai Rp 105 Juta

Dan pihak pelapor menduga ada keterlibatan perangkat setempat seperti kepala desa (kades), BPD dan perangkat setempat.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Deddy Humana
surya/doni prasetyo
Proses pembangunan jalan di Desa Klagen Gambiran, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan. Semula proyek ini diduga fiktif dan sudah telanjur dilaporkan ke Kejari Magetan. 

SURYA.CO.ID, MAGETAN - Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan tidak langsung memberi tanggapan atas laporan dugaan proyek fiktif dalam pembangunan jalan di Desa Klagen Gambiran, Kecamatan Maospati. Karena ternyata pembangunan jalan yang terlambat itu sudah dimulai dan hanya menelan anggaran sekitar Rp 105 juta.

Laporan atas dugaan proyek fiktif itu memang telanjur masuk ke kejari. Dan pihak pelapor menduga ada keterlibatan perangkat setempat seperti kepala desa (kades), BPD dan perangkat setempat.

Namun Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasis Pidsus), Sulistyo Utomo sedang ada tugas kedinasan bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Magetan, sehingga pelapor diminta antre.

"Bapak Kasi Pidsus masih rapat dengan Ibu Kajari. Kalau mau menunggu,silakan. Tetapi masih lama soalnya baru dimulai," kata seorang petugas di kantor kejari kepada SURYA, Selasa (27/4/2021).

Informasi yang dihimpun SURYA dari beberapa warga, proyek perbaikan jalan itu direncanakan dikerjakan dan selesai pada April 2020 silam. Dan proyek yang dipimpin pengerjaannya oleh Kades Klagen Gambiran dari Alokasi Dana Desa (ADD) itu, memang agak terlambat.

Baru ketika warga mempertanyakan kelanjutan dari rencana perbaikan jalan, proyek itu dimulai April 2021 ini. Tetapi karena proyek itu sudah sangat terlambat, laporan atas dugaan proyek fiktif sudah telanjur dimasukkan ke kejari.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Klagen Gambiran menuturkan, warga pernah meminta salinan laporan pertanggungjawaban ADD Klagen Gambiran tahun 2020 itu ke kecamatan. Namun permintaan warga ditolak Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Maospati.

"Menurut Sekcam Maospati, sesuai prosedur untuk meminta laporan pertanggungjawaban ADD adalah ke BPD Klagen Gambiran langsung," jelas warga itu.

Tetapi saat warga menemjui Ketua BPD, mereka disarankan meminta salinan itu kepada Kades Klagen Gambiran langsung. Dan waktu itu Kepala BPD menepis ada proyek fiktif dan korupsi.

"Faktanya setelah warga ribut, proyek jalan desa itu baru dikerjakan. Seharusnya kan selesai April 2020," tambahnya.

Sedangkan proyek jalan yang terlambat dikerjakan namun telanjur diduga difiktifkan itu, hanya sepanjang 260 meter, lebar tiga meter, berlokasi di Jalan Agung, RT9/RW2 Desa Klagen Gambiran.

Sayangnya, SURYA tidak bisa mendapatkan konfirmasi dari Kades Klagen Gambiran atau Ketua BPD setempat mengenai proyek desa itu. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved