Penusukan di Surabaya

Akui Sakit Hati karena Terus Dibully, Aren Tikam Fardy Sebanyak 17 Kali, Pelaku: Saya Hanya Manusia

Di hadapan media, Aren sempat meminta maaf kepada keluarga korban, Fardy Candra (46) warga Gembong Sawah Surabaya, yang dihabisinya.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Cak Sur

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Aren (39) warga Mulyosari Prima I Surabaya secara ksatria mengakui kesalahannya

Di hadapan media, Aren sempat meminta maaf kepada keluarga korban, Fardy Candra (46) warga Gembong Sawah Surabaya, yang dihabisinya di halaman depan pusat kebugaran Araya Family Club pada Senin (26/4/2021) pagi.

"Saya meminta maaf sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Saya hanya manusia biasa yang tak lepas dari khilaf. Sekali lagi saya minta maaf," ujarnya, Selasa (27/4/2021).

Aren kemudian membuka ceritanya sejak pertemuan dengan Fardy di pusat kebugaran tersebut.

Satu setengah tahun lalu, ia dan Fardy bertemu sebagai personal trainer dan member di pusat kebugaran tersebut.

Lambat laun mereka pun berteman dan saling mengenal.

Tak ada yang janggal awalnya, hingga kemudian ucapan Fardy yang mengarah perundungan kepada Aren membuatnya sakit hati.

Aren pun beberapa kali meminta kepada korban agar tidak meneruskan perundungan itu kepadanya.

Ia hanya ingin bekerja dengan tenang dan bersahabat dengan banyak orang

"Sudah setengah tahunan. Korban terus menghina dan mengejek saya. Sampai puncaknya kemarin itu," ujar Aren.

Salah satu yang diingat Aren, korban sempat mengancam akan menghabisi keluarganya.

Aren sempat berdebat di lantai dua setelah ia mendengar korban tengah berbisik dengan teman-temannya di kamar mandi.

"Saya sempat tegur karena dengar nama saya diesbut. Saat ke kamar mandi. Namun saya masih diam saja. Dari situ saya masih tunggu itikad baiknya," kata Aren bercerita.

Bukannya meminta maaf, korban kemudian merasa tidak terima dengan Aren karena terus melihatinya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved