Breaking News:

Penusukan di Surabaya

UPDATE Peristiwa Berdarah di Surabaya, Warga Gembong Sawah Ditikam 7 Tusukan Pisau Dapur

Eren yang kalap, menghabisi nyawa Fardy dengan sebuah pisau dapur yang baru saja dibelinya dari supermarket yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id/Istimewa
Terduga pelaku pembunuhan di Surabaya (Baju kuning) sesaat setelah melakukan penusukan di Arayaa Club House Surabaya 

Hendra menyebut, korban memang kerap melakukan bullying kepada pelaku.

Sepengetahuan Hendra, aksi bullying itu dilakukan selama setengah tahun lebih.

Salah satu yang paling baru adalah ancaman terhadap keluarga Eren oleh korban.

"Tadi cekcok, korban sempat ancam keluarga Eren akan dibunuh. Mungkin karena itu," tambahnya.

Selain kalimat tersebut, Eren pernah dihina jika dirinya bukanlah lelaki jantan.

"Pernah pas mengejek itu, Eren dikatain kalau dia laki-laki sejati mau gak diajak ke tempat Spa nanti korban yang bayarin. Kalau tidak mau berarti tidak jantan," lanjutnya.

Meski beberapa kali di-bully, Hendra melihat Eren masih bisa memaafkan korban.

"Setelah diejek gitu terus ya sudah selesai. Makan bareng lagi. Ngobrol lagi. Seperti tidak ada masalah," tandasnya.

Saat ini, Eren masih menjalani pemeriksaan kasus penusukan yang berujung pada hilangnya nyawa Fardy.

Kapolsek Sukolilo, Kompol Subiyantana memastikan jika saat kejadian, pelaku dalam kondisi sadar.

"Kejadian itu disadari oleh tersangka. Bahkan setelah sempat cekcok di lantai dua tempat fitness itu, tersangka langsung keluar membeli pisau dapur di Superindo. Pas korban mau pulang itu baru ditikam," terangnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved