Breaking News:

Berita Bangkalan

Takut Badai Covid-19 Seperti India, Tiga Wilayah Masuk Bangkalan Diblokade saat Lebaran

stakeholder akan melakukan penyekatan dengan memeriksa identitas dan surat jalan di kawasan Jembatan Suramadu dan Pelabuhan Kamal

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Larangan Mudik Hari Raya Idul Fitri di Mapolres Bangkalan, Senin (26/4/2021). 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Resiko penularan Covid-19 dikhawatirkan meningkat seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang mudik di momen Hari Raya Idul Fitri bulan depan. Pemkab Bangkalan pun cemas bahwa mobilitas manusia itu pula yang pekan lalu memicu 'ledakan' penularan di India.

Kecemasan bahwa mobilitas masyarakat seperti kegiatan keagamaan, keluarga, maupun pariwisata itu menjadi ancaman baru, Pembak Bangkalan bersama TNI/Polri serius menerapkan penyekatan atau blokade masyarakat yang keluar masuk.

Apalagi selama setahun lebih Bangkalan sudah bersusah payah untuk terbebas dari zona merah. Untuk itu ada tiga wilayah yang menjadi akses masuk Bangkalan akan ditutup sampai pasca Lebaran nanti.

“BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) telah menyatakan, wilayah atau (para pemudik) yang boleh masuk Bangkalan yakni Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. Ini yang betul-betul kami sekat,” ungkap Kapolres Bangkalan, AKBP Didik Hariyanto usai gelar Apel Kesiapan Pengamanan Larangan Mudik Hari Raya Idul Fitri di Mapolres Bangkalan, Senin (26/4/2021).

Didik mengungkapkan, pihaknya bersama TNI dan sejumlah stakeholder akan melakukan penyekatan dengan memeriksa identitas dan surat jalan di kawasan Jembatan Suramadu dan Pelabuhan Kamal yang menjadi pintu masuk arus mudik ke Bangkalan.

Perkembangan pasien positif terkonfirmasi di Bangkalan saat ini menyisakan 13 orang. Dengan rincian, empat pasien dirawat di RSUD Syamrabu dan sembilan lainnya melakukan isolasi mandiri.

“Kami berharap penyebaran Covid-19 bisa terus ditekan. Karena saat ini Bangkalan sudah zona kuning. Semoga para pasien segera disembuhkan sehingga Bangkalan menuju zona hijau,” ungkap Didik.

Pengamanan Larangan Mudik dengan tagline, ‘Dilarang Mudik dan di Rumah Saja’ itu disebut Didik juga sebagai upaya mencegah ledakan kasus Covid-19 seperti di India. Di mana angka kematian Covid-19 mencapai 2.000 per hari.

“Di India saat ini mengalami gelombang III. Karena itu kami konsentrasikan pos penyekatan di Suramadu. Pelaksanaannya akan menunggu petunjuk dari Polda Jatim. Kami juga akan koordinasi dengan KP3 Surabaya,” pungkas Didik.

Hal senada disampaikan Bupati Bangkalan, RK Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif). Dalam apel yang digelar serentak di seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur itu, Ra Latif didapuk sebagai Inspektur Upacara.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved