Breaking News:

Berita Jember

Mengaku 'Alumni Covid', Bupati Jember Sebut Adiknya Jadi Korban; Ingatkan Warga Agar Tidak Mudik

Sebagai informasi, sebelum Hendy dilantik sebagai bupati Jember, seorang saudara kandungnya meninggal dunia karena Covid-19.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Deddy Humana
surya/sri wahyunik
Bupati Jember, Hendy Siswanto memimpin apel Kesiapan Pengamanan Larangan Mudik Idul Fitri 2021 di Kabupaten Jember, Senin (26/4/2021) 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Ancaman penularan Covid-19 akibat tingginya mobilitas masyarakat yang mudik Lebaran, benar-benar membuat cemas Bupati Jember, Hendy Siswanto. Untuk memperingatkan masyarakat agar tidak mudik, Hendy sampai menegaskan bahwa ia sudah pernah 'merasakan' sakitnya tertular Covid-19 itu sendiri.

Dalam apel Kesiapan Pengamanan Larangan Mudik Idul Fitri 2021 di Kabupaten Jember, Senin (26/4/2021), Hendy mengakui bahwa adalah 'alumni Covid' itu sendiri. Sebagai informasi, sebelum Hendy dilantik sebagai bupati Jember, seorang saudara kandungnya meninggal dunia karena Covid-19.

"Karena itu, saya imbau sebaiknya masyarakat tidak mudik. Di rumah saja. Sebenarnya ini bukan imbauan, tapi sudah larangan dari pemerintah pusat yang harus dilaksanakan oleh pemda. Tentunya kami akan melaksanakan itu. Warga Jember tidak usah mudik, atau yang dari luar Jember juga jangan mudik ke Jember," ujar Hendy.

Larangan itu, tegas Hendy, tidak hanya berlaku bagi para ASN Pemkab Jember, namun juga bagi seluruh warga Kabupaten Jember.

"Karena Covid-19 ini nyawa taruhannya, betulan. Karena saya sudah merasakan sebagai alumni Covid. Keluarga saya, yakni adik saya juga ada yang meninggal karena Covid. Jadi ayo stop, taat dan patuh semuanya," tegas Hendy.

Dengan contoh dampak Covid-19 itu, Hendy pun menegaskan bahwa Pemkab Jember menempuh langkah serius agar menyaring pemudik yang masuk ke Jember.

Bahkan kalau ada pendatang ke Jember, akan langsung 'dipersilakan' menginap di hotel yang disediakan Pemkab Jember. Tentu, itu adalah hotel untuk alternatif lokasi karantina bagi pendatang yang positif terpapar Covid-19.

"Kami menyiapkan Hotel Kebonagung sebagai lokasi karantina untuk yang sakit (terpapar Covid-19). Namun semoga jangan ada yang sakit. Namun tetap kami siapkan, ada 66 kamar kosong di sana," ujar Hendy.

Tempat karantina itu diperuntukkan untuk para pendatang yang masuk ke Jember di masa Idul Fitri 2021, yang kemudian diketahui terpapar Covid-19.

Karenanya, lanjut Hendy, petugas Satgas Penanganan Covid-19 bersama dengan instansi Polri dan TNI akan berjaga di Pos Pantau Idul Fitri 2021. Satgas Penanganan Covid-19 menyiapkan petugas pemeriksa di setiap pos pantau tersebut.

Sementara Kapolres Jember, AKBP Arif Rahman Arifin menjelaskan, sesuai Surat Edaran Satgas Pusat Penanganan Covid-19, mudik resmi dilarang. Pelarangan tersebut memiliki tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.

"Pengecualian hanya untuk mereka yang memiliki tujuan khusus eperti ibu hamil, orang sakit, atau orang bertugas. Bagi yang bertugas dilengkapi dengan dokumen tes PCR atau tes rapid antigen, yang hanya berlaku 1x24 jam," tegas Arif.

Untuk menegaskan aturan pelarangan mudik tersebut, Polres Jember bersama Pemkab Jember dan TNI menggelar Apel Pengamanan Larangan Mudik Idul Fitri, Senin (26/4/2021). ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved