Breaking News:

Berita Kediri

Dua TKI asal Kediri Langsung Dikarantina di Kelurahan, Ribuan Lainnya Diperkirakan Masuk Jatim

eduanya telah menjalani tes swab PCR dengan hasil negatif. Setibanya di Bandara Juanda Surabaya, keduanya juga menjalani tes swab PCR lagi.

surya/didik mashudi
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengecek ruang karantina kelurahan bagi pekerja migran asal Kota Kediri yang baru pulang dari luar negeri, Senin (26/4/2021). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Penyekatan yang diterapkan setiap pemerintah daerah sebagai upaya mencegah arus mudik, sudah berlaku di Kota Kediri. Dari pendataan, Senin (26/4/2021), dua orang pekerja migran atau tenaga kerja Indonesia yang kembali dari Singapura, langsung menjalani karantina di ruang kantor kelurahan.

Kedua pekerja migran tersebut memang berasal dari Kota Kediri yaitu Naning Zistiningrum (36), warga Kelurahan Bangsal dan Dartik (36), warga Kelurahan Sukorame.

Sebelum pulang ke Indonesia, keduanya telah menjalani tes swab PCR dengan hasil negatif. Setibanya di Bandara Juanda Surabaya, keduanya juga menjalani tes swab PCR lagi.

Keduanya saat ini menjalani karantina di kelurahan masing-masing dan akan dilakukan tes swab PCR lagi di hari ke-5 sebelum nantinya diperbolehkan pulang ke rumahnya.

Tempat karantina bagi pekerja migran telah dicek Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar bersama Kapolres Kediri Kota, AKBP Eko Prasetyo dan Kepala Dinas Kesehatan, dr Fauzan Adima.

Langkah penyiapan tempat karantina ini dilakukan sebagai antisipasi kepulangan para pekerja migran asal Kota Kediri. Masalahnya, kepulangan mereka masih di tengah pandemi Covid-19 sehingga perlu persiapan matang untuk mencegah penularan di Kota Kediri.

Berdasarkan data dari Badan Pelindung Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sekitar 14.000 pekerja migran akan tiba di Jawa Timur.

Dijelaskan wali kota, Pemkot Kediri telah menyiapkan 46 ruang karantina di masing-masing kelurahan yang ada di Kota Kediri. Di Kelurahan Bangsal, ruangan yang disiapkan mampu menampung hingga 20 orang.

Sesuai prosedur, mereka akan dikarantina sementara dan akan dites PCR secara gratis. “Di setiap kelurahan ada tempat karantina. Insya Allah kita pastikan ini akan berjalan baik. Di sini nanti kita akan karantina, kita rawat baik-baik dan akan kita swab PCR gratis,” terangnya.

Wali kota menjelaskan, banyak pekerja migran asal Kota Kediri yang pulang karena masa kontraknya telah habis.

"Kami menyadari mereka harus pulang dikarenakan ada yang kontraknya habis dan memang waktunya pulang. Akan tetapi prosedurnya harus seperti ini supaya kita bisa mengamankan dan menjaga keselamatan seluruh warga Kota Kediri,” jelasnya.

Ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk proaktif dan ikut mengawasi lingkungannya. Jika ada warga yang pulang kampung setelah merantau dari luar kota ataupun luar negeri, masyarakat diminta melapor ke satgas PPKM mikro di kelurahan.

“Kami harapkan peran serta RT maupun RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas harus aktif kalau ada tetangga kita yang pulang dari luar negeri khususnya pekerja migran prosedurnya memang harus dikarantina. Jadi tolong dilaporkan ke kelurahan,” harapnya. ******

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved