Breaking News:

PT KAI

Terkait Larangan Mudik, KAI Daop 7 Dukung Upaya Pemerintah Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

KAI Daop 7 Madiun mendukung penuh upaya pemerintah terkait pengetatan aturan para periode pra dan pasca peniadaan mudik.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
foto: daop 7
Suasana Stasiun Kereta Api Daop 7 Madiun setelah penerapan kebijakan larangan mudik lebaran dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - KAI Daop 7 Madiun mendukung penuh upaya pemerintah terkait pengetatan aturan para periode pra dan pasca peniadaan mudik.

Hal itu sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor  13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442H dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 selama bulan suci Ramadan 1442H.

Warga dilarang mudik mulai tanggal 6-17 Mei 2021 dan berlaku bagi semua kalangan.

Hal itu juga sesuai dalam Addendum SE Nomor 13 Tahun 2021 dimana pemerintah mengatur pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 (pra) peniadaan mudik (22 April – 5 Mei 2021) dan H+7 (pasca) peniadaan mudik (18 – 24 Mei 2021).

Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko mengatakan, KAI Daop 7 Madiun mendukung penuh upaya pemerintah terkait pengetatan aturan pada periode pra dan pasca peniadaan mudik.

Hal ini guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dan merujuk Addendum SE Nomor 13 Tahun 2021 tersebut, maka KAI Daop 7 Madiun melakukan update syarat naik KA di masa pra dan pasca larangan mudik pada lebaran 1442H.

Bagi penumpang kereta api antarkota, dikatakan Ixfan, terdapat perubahan masa berlaku screening covid-19.

Bila sebelumnya hasil tes PCR dan rapid tes antigen berlaku 3x24 jam sejak pengambilan sampel, maka pada pra peniadaan mudik (22 April – 5 Mei 2021) dan pasca peniadaan mudik (18 – 24 Mei 2021) masa berlaku tes PCR, rapid tes antigen dan tes GeNose C19 menjadi maksimal 1x24 jam.

"Pada masa pra dan pasca larangan mudik, kereta api angkutan penumpang masih tetap beroperasi, hanya saja persyaratan bagi penumpang semakin diperketat," kata Ixfan Hendriwintoko dalam rilisnya, Minggu (25/4/2021).

Bagi masyarakat yang ingin melengkapi persyaratan menggunakan KA Jarak Jauh, ungkap Ixfan Hendriwintoko, di wilayah Daop 7 Madiun telah tersedia di enam stasiun yang memiliki fasilitas rapid test antigen seharga Rp 85.000.

Sedangkan untuk tes GeNose C19 seharga Rp 30.000 ada di tujuh stasiun,  antara lain Stasiun Madiun, Nganjuk, Kertosono, Jombang, Kediri, Tulungagung dan Blitar.

Selama bulan April, dikatakan Ixfan Hendriwintoko, Daop 7 Madiun telah melayani sekitar 22.494 calon penumpang yang melakukan screening Covid-19 di stasiun atau sebanyak 73,6 persen dari total penumpang KA jarak jauh yang naik di Daop 7 sebanyak 30.565 pelanggan.

"Yang pasti, KAI mendukung penuh kebijakan pemerintah mulai dari pembatasan jumlah penumpang, persyaratan naik KA selama masa pandemi.

Termasuk peniadaan angkutan mudik pada lebaran 1442H dan sebagai bentuk komitmen KAI sebagai moda transportasi yang mengutamakan keselamatan, memastikan pelanggan dalam kondisi aman dan sehat sampai tujuan," tutur Ixfan Hendriwintoko. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved