Breaking News:

Berita Jember

Gawat! Covid-19 Diam-Diam Menyebar di Lapas Jember, 15 Napi Tertular. Terpaksa Lockdown Dua Pekan

Pelacakan itu dilakukan setelah Dinkes Jember mendapatkan informasi bahwa seorang penghuni Lapas Kelas IIA Jember sedang dirawat di RS Soebandi

surya/sriwahyunik
Suasana Lapas Jember. 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Penularan Covid-19 terus terjadi seperti rambatan udara, yang membuka munculnya kasus penyebaran baru di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Jember. Sebanyak 15 orang warga binaan Lapas Jember dilaporkan terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil tracing petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember.

Dinkes yang tergabung di Satgas Penanganan Covid-19 Jember pun menerapkan isolasi bagi penghuni yang terpapar, dan lapas di-lockdown. Kunjungan ke lapas pun ditutup sampai dua pekan ke depan.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Jember, Habib Salim, yang juga Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jember mengatakan, ada 15 tambahan kasus positif baru Covid-19, Sabtu (24/4/2021) lalu.

"Pada Sabtu, 24 April, terjadi peningkatan kasus sebanyak 15 kasus konfirmasi. Dan 11 di antaranya adalah dari kecamatan Patrang. Kasus-kasus tersebut (11 kasus) adalah hasil tracing dari Lapas Kelas II A Jember," ujar Habib dalam rilis yang disampaikan Minggu (25/4/2021).

Pelacakan itu dilakukan setelah Dinkes Jember mendapatkan informasi bahwa seorang penghuni Lapas Kelas IIA Jember sedang dirawat di RS Soebandi. Pemeriksaan swab menunjukkan bahwa WBP positif Covid-19.

Dinkes kemudian menugaskan petugas Puskesmas Patrang melakukan pelacakan, dan pengambilan pengambilan spesimen swab dari kontak erat pasien tersebut.

Pada 20 dan 21 April 2021, dilakukan pengambilan swab kepada 36 kontak erat. Ke-36 orang itu terdiri atas warga binaan dan petugas Lapas Jember. Hasil swab pada 36 orang tersebut, 12 orang di antaranya terbukti positif Covid-19 Jember.

Habib menambahkan, saat ini penghuni yang hasil swabnya positif telah dipindahkan ke ruang isolasi khusus. "Demi memutus rantai penularan, maka Lapas Jember menerapkan kebijakan untuk meniadakan kunjungan selama dua pekan," lanjut Habib.

Penanganan yang dilakukan di Lapas Jember, lanjut Habib, berupa penyediaan kamar khusus bagi orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang tidak disertai gejala (OTG). Kemudian penyediaan masker bagi semua penghuni Lapas.

Juga penyediaan tempat cuci tangan, dan sabun cuci tangan, serta ada penyemprotan disinfektan, dan pemberian vitamin.

Sementara hingga Minggu (25/4/2021), jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Jember mencapai 6.893, dengan rincian 6.378 orang sembuh (92,53 persen), 471 orang meninggal dunia (6,83 persen), dan 44 kasus aktif (0,64 persen).

Rincian 44 kasus aktif itu, 14 orang dirawat di rumah sakit dan 30 menjalani isolasi mandiri. Pada laporan 25 April 2021, tambahan kasus baru ada tiga, empat orang pasien sembuh baru, dan dua orang meninggal.

Sementara untuk zona di tingkat kecamatan, ada enam kecamatan masuk zona hijau, kemudian 14 kecamatan zona kuning, dan 11 kecamatan masih di zona oranye.

Zona oranye itu antara lain tiga kecamatan kota di Jember yakni Kaliwates, Sumbersari, dan Patrang. Sedangkan Zona Hijau adalah Kencong, Jelbuk, Sumberjambe, Ledokombo, Mayang, dan Pakusari. ****

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved