Breaking News:

Hikmah Ramadan 2021

Ketua MUI Jatim KH Abdurrahman Navis: Zakat, Antara Keimanan dan Kedermawanan

Dalam satu hadits juga disebutkan, bahwa zakat merupakan salah satu dari lima pondasi agama Islam.

Istimewa/Dokumen Pribadi
Ketua MUI Jawa Timur dan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya, KH Abdurrahman Navis 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Bagaimana cara Anda menyebut orang lain sebagai orang yang dermawan? Apapun caranya, pelaksanaan zakat sebaiknya bukan menjadi satu-satunya ukuran kedermawanan. Sebab membayar zakat bukan soal kedermawanan, melainkan soal keimanan.

Mari sejenak kita simak ayat-ayat Alquran yang berkaitan dengan perintah salat. Hampir semuanya selalu bergandengan dengan perintah membayar zakat.

Kalimatnya kebanyakan berbunyi: “Aqiimus shalaah wa aatuz zakaah.”(Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat).

Dalam satu hadits juga disebutkan, bahwa zakat merupakan salah satu dari lima pondasi agama Islam.

Karena itulah zakat menjadi salah satu rukun Islam setelah syahadat dan salat. Maka, sekali lagi, jelas zakat bukan soal kedermawanan, melainkan komitmen keimanan.

Inilah salah satu wujud nyata bagaimana Allah memerintahkan kepada umat Islam untuk menyeimbangkan hubungan vertikal dan horizontal.

Salat adalah wujud hablum minallah (hubungan antara manusia dengan Allah) dan zakat merupakan wujud pelaksanan hablum minan naas (hubungan antar sesama manusia).

Dalam Islam, zakat menjadi kewajiban formal bagi setiap muslim ketika sudah memenuhi syarat, sebagaimana kewajiban salat dan puasa. Sedangkan sedekah atau infaq hukumnya sunah.

Imbalan zakat yang dijanjikan oleh Allah juga sangat besar. Begitu juga betapa berat ancaman bagi orang yang lalai terhadap kewajiban ini. Dengan kata lain, derajat imbalan zakat itu paling tinggi, kemudian di bawahnya baru sedekah atau infaq.

Apa imbalan itu? Mari simak ayat Alquran yang ada di Surah At-Taubah ayat 103 yang artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Halaman
12
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved