Breaking News:

Kapal Selam Nanggala Hilang Kontak

Cerita Eks Komandan Nanggala, Soal Peralatan, dan Kemampuan Awak Kapal, Semoga Selamat

Sembari penuh harap, dua manta awak kapal Nanggala-402, menjelaskan sistem keamanan dan teknis penyelaman KRI Nanggala-402 yang hilang kontak.

Editor: Suyanto
surya.co.id/ahmad zaimul haq dan foto dokumentasi keluarga
Kolonel Laut (P) Harry Setyawan (kiri), Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Koarmada II Onboard di Kapal Selam KRI Nanggala 402 (kana) 

Personil terlatih atasi masalah

Ia juga mengatakan kapal selam pun bisa mengalami masalah. Namun, semua personel kapal selam sudah dilatih untuk bisa bertahan dan mengatasi masalah itu.

"Terkait masalah. Saya rasa di semua pesawat (dan kapal selam) juga mengalami. Semua personel dilatih survive untuk bisa mengatasi trouble (masalah) tersebut," katanya.

Kemudian soal sistem keselamatan, KRI Nanggala-402 sudah sesuai dengan standar keselamatan internasional. Peralatan keselamatan ini disesuaikan dengan jumlah personel yang ikut dalam pelayaran tersebut.

"Jadi di kapal selam alat keselamatan sudah lengkap dan sesuai dengan standar internasional yang diperlukan oleh seluruh kapal selam-kapal selam di dunia," kata dia.

Sementara itu, Mayor Igantius Bagus yang pernah berdinas sebagai Kepala Kamar Mesin di KRI Cakra dan KRI Nanggala-402 mengatakan, kapal selam terdapat main ballast tank atau tangki pemberat pokok (TPP).

Menurutnya, kapal buatan Jerman ini mempunyai enam tanki pokok pemberat. Tangki pertama dan kedua terletak di buritan, ketiga dan keempat di tengah, sementara lima serta enam di haluan.

Sebelum dilaporkan hilang, KRI Nanggala-402 telah melakukan selam statik. Sebelum menyelam statik, kapal selam ini telah melakukan penyelaman dinamis. Nah sebelum menyelam dinamis, kapal selam harus mencari keseimbangan.

Setelah ada keseimbangan baru diizinkan untuk melaksanakan selam statik dengan perhitungan yang ketat oleh diving officer. "Pada saat kapal di permukaan TPP ini berisi udara. Untuk urgensi negatif maka udara yang ada di kapal di TPP ini harus dikeluarkan dengan membuka katup ventilasi. prosedur sudah dilakukan," katanya.

Sebelumnya, kapal selam milik Indonesia yaitu KRI Nanggala-402 hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) pagi. Kapal ini merupakan salah satu kapal selam yang resmi menjadi bagian dari alat utama sistem pertahanan (alutsista) Indonesia pada 1981.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved