Breaking News:

Berita Jember

Tiga dari Empat Komoditas 'asli' Jember Beresiko Mahal Jelang Idul Fitri, TPID Siap Mengantisipasi

Jember penghasil tiga komoditas penyumbang inflasi yakni cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Deddy Humana
surya/sri wahyunik
High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Jember menjelang Hari Raya Idul Fitri, Jumat (23/4/2021). 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Pertemuan beberapa unsur dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Jember untuk membahas potensi kenaikan harga-harga menjelang Idul Fitri 1442 Hijriyah, Jumat (23/4/2021), bisa disebut pertemuan tingkat tinggi (high level meeting).

Dalam pertemuan itu disepakati cara mewaspadai empat komoditas yang berpotensi tinggi (high risk) menimbulkan gejolak harga menjelang Idul Fitri. Keempat komoditas itu juga memiliki sejarah penyumbang inflasi yaitu bawang merah, cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

Dari empat komoditas high risk itu, tiga di antaranya bisa disebut 'asli' Jember, artinya Kabupaten Jember merupakan daerah penghasil tiga komoditas penyumbang inflasi yakni cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

Sedangkan bawang merah, memang tergantung pasokan dari kabupaten tetangga, seperti Probolinggo.

Pertemuan tingkat tinggi TPID Jember itu dipimpin oleh Bupati Jember, Hendy Siswanto, dan diikuti oleh kepala instansi dalam unsur TPID. Unsur TPID terdiri dari Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jember, Hestu Wibowo; Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, Arif Joko Sutejo, juga Kepala Cabang Bulog Jember, Budi Sultika, juga dari Hiswana Migas eks Karesidenan Besuki dan Lumajang, Sekretaris Daerah Jember, Mirfano, juga sejumlah kepala OPD Pemkab Jember.

Kepala BI Jember, Hestu Wibowo memaparkan, dalam sejarah inflasi Jember tahun 2018 - 2020, ada 10 komoditas tertinggi penyumbang inflasi di Jember, dan ada empat komoditas yang masuk kategori high risk.

"Yakni bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai rawit. Itu berdasarkan historis inflasi Jember 2018-2020. Dari historis ini, kesimpulannya menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pemkab Jember dan TPID Jember cukup fokus diri menangani empat komoditas 'high risk' ini," ujar Hestu.

Hestu mengakui, jika pergerakan harga empat komoditas tersebut dipengaruhi dua hal, yakni pasokan barang terkait masa panen komoditas, juga musiman karena adanya hari besar, seperti Ramadhan, Idul Fitri, juga Natal dan Tahun Baru.

Karena itu, Hestu menyarankan kepada forum TPID, supaya ada pemantauan pasar di pasaran untuk empat komoditas tersebut.

"Pertemuan TPID ini sebagai langkah koordinasi, dan untuk langkah lebih lanjut, bisa memantau pasar untuk mengetahui pasokan barang, ketersediaan barang, juga harga. Dari situ, langkah strategis bisa dilakukan oleh OPD di Pemkab Jember, dan jika perlu mendorong kerjasama antar daerah, untuk mendapatkan komoditas yang surplus," tegas Hestu.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved