Breaking News:

Berita Mojokerto

Ning Ita Pastikan Layanan Publik Tetap Berjalan Saat Lebaran dan ASN Wajib ShareLoc

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menjamin fasilitas pelayanan publik tetap berjalan selama Idul Fitri 2021.

SURYA.CO.ID/Mohammad Romadoni
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat berkoordinasi terkait larangan mudik di rumah rakyat, Jl Hayam Wuruk, Kota Mojokerto. 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menjamin fasilitas pelayanan publik tetap berjalan selama Idul Fitri 2021.

Ini menyusul pemberlakukan larangan mudik dan kebijakan terkait kewajiban Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Mojokerto.

“Layanan publik (Selama pemberlakukan larangan mudik Lebaran) tetap jalan dan tidak libur sama sekali,” ungkap Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, Jumat (23/4/2021).

Ning Ita sapaan Wali Kota Mojokerto menegaskan, bahkan bagi setiap pegawai ASN maupun pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Mojokerto diwajibkan mengirim Share Location (ShareLoc) melalui handphone untuk mengetahui posisi yang bersangkutan.

“Share location wajib Ini untuk memastikan keberadaan ASN yang bersangkutan,” ucap Ning Ita.

Masih kata Ning Ita, Pemkot Mojokerto terus melakukan sosialisasi secara masif terkait kebijakan larangan mudik lebaran dari pemerintah pusat.

Sedangkan sesuai jadwal, ASN akan melakukan piket di lingkungan masing-masing untuk membantu Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam monitor Prokes saat Idul Fitri 1442 H. Tujuannya untuk menghindari lonjakan kasus Covid-19 akibat mobilitas masyarakat yang terjadi saat mudik.

“Pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik Lebaran tahun ini, tujuannya mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 seperti yang terjadi sebelumnya yakni pada beberapa kali masa libur panjang, termasuk saat libur Natal dan Tahun Baru 2020,” terangnya.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 selama ada libur panjang kasus terkonfirmasi nyaris selalu bertambah signifikan.

Sehingga, pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tidak mudik atau melakukan mobilitas dan aktivitas kegiatan yang berpotensi menaikkan angka kasus penularan dan keterpaparan Covid-19.

"Kami akan sampaikan terkait lonjakan kasus Covid-19 di berbagai Negara akibat mobilitas dan kegiatan masyarakat, juga pelarangan mudik untuk menekan penyebaran virus Corona,” jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved