Breaking News:

Berita Sumenep

Guru Honorer Sumenep Mengaku Belum Mendapat Perhatian, Minta DPKS Perjuangkan Kesejahteraan

Buhari mengaku ada tiga poin penting yang selama ini menjadi keluhan dan harapan para guru honorer

surya/ali syahbana
DPKS menggelar serap aspirasi guru honorer yang tergabung Forum Guru Honorer Non K2 Sumenep, Jumat (23/4/2021). 

SURYA.CO.ID, SUMENEP - Harapan untuk meraih kesejahteraan dengan menjadi guru honorer, memang masih menjadi mimpi indah para pendidik itu di semua daerah.

Tidak kurang dari 1.000 orang guru yang tergabung Forum Guru Honorer Non Kategori Dua (K2) Sumenep pun, mengaku belum mendapat perhatian dari pemerintah daerah terkait kesejahteraan itu.

Keluhan itu terucap dari para guru honorer saat Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) menggelar acara serap aspirasi pendidikan tematik dengan tema "Guru honorer dalam kebijakan pendidikan Sumenep" di kantor DPKS, Jalan Raya Trunojoyo, Jumat (23/4/202).

Ketua Forum Guru Honorer Non K2 Sumenep, Buhari mengaku ada tiga poin penting yang selama ini menjadi keluhan dan harapan para guru honorer. Yaitu masalah kesejahteraan para guru honorer non K2. "Kesejahteraan ini seperti yang diterima senior kita (K2) yakni insentif," kata Buhari.

Untuk poin kedua adalah jaminan kesehatan para guru honorer seperti BPJS Kesehatan. "Dan ketiga adalah harapan mendapatkan SK Bupati Sumenep," ungkapnya.

Dengan aspirasi yang disampaikan ini, diharapkan DPKS bisa menjembatani atau menyampaikan langsung kepada pemda, khususnya untuk Bupati Sumenep.

"Tiga poin dari kesimpulan pertemuan ini, kami berharap DPKS ini setidaknya bisa menjembatani kami ke Bupati Sumenep, baik ke Dinas Pendidikan dan BKD," harap Buhari.

Sekretaris DPKS, Mohammad Suhaidi mengatakan, dengan keluhan atau persoalan yang terjadi pada guru honorer non K2 itu pihaknya berjanji akan mengawal langsung.

"Barusan sudah banyak persoalan yang disampaikan oleh teman-teman guru honorer non K2, mulai kesejahteraan, keadilan, legalitas dan masa depannya disampaikan ke kami," kata Suhaidi.

Pria yang juga dosen di salah satu kampus di wilayah Keraton Sumenep ini mengaku dalam waktu dekat akan menyampaikan pada pemda terkait persoalan tersebut.

"Kami akan sampaikan persoalan-persoalan guru honorer non K2 ini kepada pemda. Juga kepada bpati atau tim ahli pemda bidang pendidikan. Kenapa, karena ini menjadi perhatian kita bersama sebagai pejuang bangsa mencerdaskan anak didiknya," katanya. *****

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved