Breaking News:

Berita Trenggalek

Dua Orang Jadi Tersangka dalam Kasus Perkelahian Saat Ronda Sahur di Trenggalek

Satreskrim Polres Trenggalek menangani dua kasus perkelahian yang dilakukan pada saat ronda sahur dalam sepekan terakhir.

Surabaya.Tribunnews.com/Aflahul Abidin
Dua Orang Jadi Tersangka dalam Kasus Perkelahian Saat Ronda Sahur di Trenggalek 

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Fatkhul Alami

SURYA.co.id | TRENGGALEK – Satreskrim Polres Trenggalek menangani dua kasus perkelahian yang dilakukan pada saat ronda sahur dalam sepekan terakhir.

Kasus pertama terjadi di dekat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Desa Nglongsor, Kecamatan Tugu, 18 April 2021.

Dalam kasus ini, penyidik Satreskrim menentapkan PAP alias Debleng (22), warga Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu sebagai tersangka.

Ia diduga kuat melakukan penganiayaan kepada SPT (19), warga Desa Banaran Kecamatan Tugu.

“Cerita awalnya, korban bersama temannya 8 orang sedang berkumpul di area sekitar SPBU. Waktu sekitar 02.15 WIB, datang tersangka dan terjadi cekcok kemudian perkelahian,” ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, Jumat (23/4/2021).

Menurut laporan polisi, sebelum kejadian, ada kelompok pemuda yang sedang menggelar ronda sahur di sekitar lokasi.

Korban yang berada di dekat lokasi kemudian didatangi oleh tersangka yang diduga dalam kondisi mabuk.

Kemudian, tersangka menganiaya korban beberapa kali hingga menyebabkan korban mengalami luka cakar dan memar di kepala.
Pelaku yang tak terima pun melaporkan kejadian itu ke polisi. Usai memeriksa beberapa saksi, penyidik Satreskrim pun menetapkan Debleng sebagai tersangka.

Ia dijerat dengan pasal 351 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara.

Kasus kedua yang juga mirip terjadi Jalan Raya Panggul-Trenggalek, tepatnya di Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul.
Perkelahian yang berbuntut pada penganiayaan di tempat itu melibatkan tersangka FK alias Bendol (30) warga Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul dan korban AK (36), warga Desa Kertosono, Kecamatan Panggul.

“Ceritanya korban sedang melaksanakan perjalanan (ronda sahur) bersama kawan-kawannya menaiki pikap. Di tengah perjalanan, pikap mereka dipepet oleh sepeda motor yang dikendarai tersangka dan rekannya. Pikap sempat oleng dan ini yang memicu gelut atau perkelahian,” ucap Kapolres.

Dari sana, kelompok korban dan pelaku sempat saling berkejar-kejaran kendaraan. Hingga akhirnya, pelaku menganiaya korban yang berakibat pada pecahnya salah satu pelipis di kepala korban.

Polisi yang menerima laporan pun menindaklanjuti dan menangkap pelaku. Sama seperti kasus pertama, pelaku pada kasus ini juga dijerat dengan pasal 351 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved