Breaking News:

Berita Kediri

Masyarakat Diimbau Tak Ngabuburit dan Bermain di Jalur Rel Kereta Api

Tidak hanya saat ngabuburit di senja hari, banyak masyarakat yang bermain di jalur rel KA juga dilakukan seusai salat Subuh.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa PT KAI Daop 7 Madiun
Petugas PT KAI wilayah Daop 7 Madiun memberikan peringatan kepada remaja yang bermain di jalur rel KA usai salat subuh. 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Selama bulan Ramadan 1.442 H, banyak masyarakat yang melakukan tradisi ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa dengan bermain di sekitar jalur rel KA.

Tidak hanya saat ngabuburit di senja hari, banyak masyarakat yang bermain di jalur rel KA juga dilakukan seusai salat Subuh.

Bentuk permainan yang sering dilakukan di antaranya, bermain petasan, menaruh batu dan paku di atas rel saat KA akan melintas atau sekedar duduk-duduk dekat jalur KA.

Padahal bermain di jalur rel KA sangat membahayakan, baik untuk kelancaran perjalanan KA maupun untuk keselamatan masyarakat itu sendiri.

Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, sejak awal Ramadan jajaran Pengamanan Daop 7 Madiun rutin melakukan patroli di jalur KA.

Baca juga: 271 Pekerja di Kabupaten Tuban Terdampak Covid-19, Dirumahkan Hingga PHK

Baca juga: Pencarian KRI Nanggala 402 Terus Dilakukan, 5 KRI Disiagakan di Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi

Patroli dilakukan setiap pagi setelah salat subuh dan sore hari menjelang waktu berbuka untuk membubarkan kerumunan masyarakat yang berkumpul dan beraktivitas di sekitar jalur KA.

Ixfan Hendriwintoko, Manager Humas KAI Daop 7 Madiun menjelaskan, setiap hari, puluhan hingga ratusan anak-anak maupun orang dewasa banyak yang bermain di sekitar jalur KA telah diminta untuk menjauh.

"Keberadaan masyarakat di jalur rel KA tersebut tidak dibenarkan," tandas Ixfan Hendriwintoko, Kamis (22/4/2021).

Dijelaskan, sebagaimana disebutkan dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian pasal 38, Ruang manfaat jalur KA diperuntukan bagi pengoperasian KA dan merupakan daerah tertutup untuk umum.

Ixfan menambahkan, ketentuan tersebut ditegaskan juga dalam Pasal 181 ayat (1) yang menyebutkan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur KA; menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur KA; atau menggunakan jalur KA untuk kepentingan lain selain untuk angkutan KA.

Bagi masyarakat yang masih nekat bermain dan beraktivitas di ruang manfaat jalur KA, diancam dengan pidana penjara paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 15; juta, sebagaimana yang tertulis di pasal 199.

Diungkapkan, selama sepekan puasa Ramadan, di wilayah Daop 7 Madiun telah terjadi dua kali kejadian kereta api tertemper anak-anak yang sedang bermain di sekitar jalur rel KA untuk menunggu waktu berbuka.

Ixfan mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar jalur KA, juga bagi para orangtua agar mengingatkan anak-anaknya supaya tidak bermain di sekitar rel.

"Selain mengganggu perjalanan KA, hal itu bisa membahayakan nyawa anak-anak tersebut,” ingatnya.

BACA BERITA KEDIRI LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved